Ajak Anak Puasa Sejak Usia Dini, Begini Tahapannya

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVAPuasa ramadhan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim. Hal ini tentu bukan hal yang mudah bagi anak-anak yang belum terbiasa menahan lapar dan haus sejam subuh hingga petang.

Namun, puasa sendiri harus dilakukan sejak dini agar saat dewasa menjadi terbiasa. Lantas, kapan waktu tepat untuk mengajarkan si kecil berpuasa?

Menurut psikolog, Ayoe Sutomo M.Psi, dalam acara virtual #MomenNutella, untuk berpuasa seharian penuh memerlukan tahapan secara perlahan. Saat usia anak masih di bawah enam tahun, sebaiknya mulai diajarkan makna puasa terlebih dahulu.

"Sesuaikan tahapan usia. Ngga usia kecil banget dipaksa berpuasa penuh. Kalau dirasa cukup kuat boleh, tapi ngga apa-apa ada jeda sebagai proses pembelajaran agar disesuaikan kemampuan anak," jelas Ayoe, baru-baru ini.

Untuk memberikan makna puasa yang lebih baik pada anak, orang tua perlu menyajikan hal-hal menyenangkan di momen ramadhan. Seperti, menggambarkan asiknya bisa berbuka puasa bersama dan berkumpul di rumah lebih lama.

"Konotasikan setting puasa dengan hal menyenangkan. Ramadhan ada teraweh bareng di rumah, ayah bunda bisa buka puasa bareng. Setting menyenangkan membuat anak happy," tuturnya.

Saat anak sudah mulai memahami makna menyenangkan di bulan ramadhan, orang tua bisa mengajarkan puasa penuh pada anak menginjak usia 6-7 tahun. Tetapi, ini pun dilakukan dengan rutinitas sejak kecil seperti ikut sahur sejak usia dini.

"Lebih seriusnya saat usia 6 tahun. Biar nggak ngerengek, sibukkan anak dengan aktivitas menarik, alihkan pikiran anak dari lapar menjadi aktivitas menyenangkan. Itu jadi tantangan tersendiri biar anak lupa rasa haus dan lapar dan sibuk dengan persiapan buka puasa," pungkas Ayoe.