Ajak Jokowi jadi jurkam, pasangan Rieke - Teten kena sanksi

MERDEKA.COM. Politikus PDIP Joko Widodo (Jokowi) turun jadi juru kampanye untuk pasangan Pilgub Jabar Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Rupanya, di kegiatan itu Jokowi tidak mengantongi surat izin cuti sebagai gubernur DKI Jakarta dari Kemendagri.

Atas kejadian itu, Panwaslu Jabar menjatuhkan sanksi pada pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Panwaslu menilai ajakan Rieke dan Teten pada Jokowi salah, sebab mantan wali kota Solo itu tidak menyertakan tembusan surat cuti kepada pihaknya.

"Seharusnya surat itu kami terima, sebab Jokowi ikut berkampanye berada di wilayah Jawa Barat," kata Ketua Panwaslu Jabar, Ihat Subihat, di Bandung, Selasa (19/2).

Melalui rapat pleno Panwaslu Kabupaten Bandung yang digelar kemarin malam, akhirnya Rieke dan Teten dinyatakan bersalah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 14/2010, Pasal 11 ayat 1 dan 2 bahwa bila pejabat publik yang mengikuti kampanye, harus mengajukan cuti.

"Bila melanggar akan terkena sanksi administratif," jelasnya.

Seperti apa sanksinya, Ihat menegaskan itu menjadi tanggung jawab KPU Jabar. Pihaknya hanya melayangkan surat rekomendasi ke KPU Jabar.

"Sanksi KPU yang menentukan, tapi sanksi itu bisa diketahui bahwa pasangan Rieke dan Teten tidak boleh berkampanye lagi," ujar Ihat.

Ditemui terpisah, KPU sendiri belum bisa memutuskan sanksi tepat untuk Rieke dan Teten.

Jokowi menjadi juru kampanye untuk Rieke dan Teten pada 16 Februari lalu di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Selain Jokowi, hadir pula Rano Karno dan Megawati. Mereka menyerukan untuk mencoblos nomor 5 pada 24 Februari 2013 mendatang.

Hari ini, pasangan itu akan berkegiatan di Karawang dan hari terakhir akan berkampanye di Majalengka.

Untuk diketahui masa kampanye yang telah bergulir sejak tanggal 7 Februari akan habis waktunya pada 20 Februari 2013 besok.

Baca juga:
Langgar aturan kampanye, siapa berani beri sanksi Jokowi?
PDIP: Silakan saja Jokowi diberi sanksi
Jokowi: Saya cuma teken cuti, nggak tahu kalau telat

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.