Ajak Warga Ibadah Iduladha di Rumah, Ridwan Kamil: Yang Terpenting Kesehatan Diri dan Keluarga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak masyarakat merayakan Iduladha dari rumah masing-masing, guna menekan lonjakan kasus Covid-19. Untuk diketahui, momen Iduladha tahun ini bersamaan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, bersama keluarga akan menjalankan salat Iduladha dan kurban di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Kota Bandung.

"Mari kita melaksanakan ibadah Iduladha di rumah saja dan melaksanakan ketaatan kita sesuai dengan para ulama dengan fatwa-fatwanya dan ketaatan kepada arahan pemimpin," kata dia, Senin (19/7/2021).

Emil juga mengimbau pelaksanaan Iduladha 1442 Hijriah untuk mengoptimalkan hari tasyriq dan membeli hewan kurban dengan memanfaatkan teknologi dengan bertransaksi online.

Penyembelihan hewan kurban, kata Emil, dapat berlangsung dalam waktu tiga hari, yaitu 11-13 Zulhijah 1442 Hijriah. Tujuannya untuk menghindari kerumunan di lokasi penyembelihan hewan kurban.

Ingat Protokol Kesehatan

Menurut Emil, penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Namun karena keterbatasan lokasi, pemotongan dapat dilakukan di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Satu petugas satu alat, jangan bergantian. Sementara pemilik hewan kurban tidak perlu hadir di lokasi, panitia bisa memfasilitasi dengan alat komunikasi, bisa zoom atau lainnya," ujar mantan Wali Kota Bandung itu.

Emil menuturkan, pendistribusian daging hewan kurban harus dilakukan dari rumah ke rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi penyembelihan kurban.

Terkait lokasi penjualan hewan kurban, Emil menyatakan wajib menerapkan protokol kesehatan, menjaga lokasi berjualan dan hewan kurban tetap bersih. Bahkan jauh lebih baik jika penjualan dilakukan secara online atau mengoordinasikan pembelian hewan kurban melalui DKM bersangkutan.

"Pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk beradaptasi dalam merayakan hari besar keagamaan, tidak terkecuali Idulfitri dan Iduladha. Kita dipaksa menunda tradisi-tradisi hari kemenangan karena yang terpenting saat ini adalah masyarakat harus memastikan kesehatan dirinya dan keluarga," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel