Ajang Penghargaan Properti Berbasis Riset Kembali Digelar

·Bacaan 3 menit

VIVA – Ajang penghargaan di bidang properti berbasis riset satu-satunya di Indonesia, Golden Property Awards 2021, kembali diselenggarakan. Acara dua tahunan ini mengangkat tema Property New Game yang menjadi refleksi dari kondisi industri properti yang turut terdampak pandemi.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Golden Property Awards 2021 dipersiapkan dengan berbagai terobosan dan inovasi. Ajang penghargaan yang pertama kali diadakan pada 2015, ini mengedepankan profesionalisme dan objektivitas dalam setiap penyelenggaraannya.

Hal tersebut tercermin dari proses penilaian yang dilakukan berbasis survei, riset, dan analisis independen. Kualitas inilah yang kemudian berhasil membuat Golden Property Awards mendapat kepercayaan dari para pelaku bisnis properti.

CEO 99 Group Indonesia, Chong Ming Hwee, mengatakan, untuk membawa Golden Property Awards menjadi lebih baik lagi, dia akan memberikan dukungan dengan memperluas jangkauan konsumen berbekal market share yang mencapai 70 persen dari marketplace properti di Indonesia.

"Dengan strategi pemasaran tepat yang didukung data pasar paling akurat, Golden Property Awards dapat menjadi referensi konsumen ketika melakukan investasi properti. Kami memiliki kanal pemasaran digital terintegrasi dan dioperasikan oleh tim profesional yang siap menjadikan Golden Property Awards 2021 sebagai edisi terbaik dan dapat membawa manfaat, tidak hanya untuk para pelaku bisnis properti saja, namun juga konsumen di Tanah Air,” ujarnya lewat rilis yang diterima VIVA, Kamis 10 Juni 2021.

Menurut riset independen yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch, pandemi yang mewabah sejak awal 2020 berdampak besar terhadap perekonomian nasional, termasuk sektor properti yang mengalami kontraksi cukup dalam.

Daya beli semua golongan masyarakat terganggu dan menurun. Para pengembang dihadapkan pada ketahanan daya tahan 3-6 bulan. Bila kondisi tidak membaik, maka banyak pengembang khususnya skala menengah bawah yang akan menghadapi seleksi alam pengembang.

Di sisi lain sebagian pengembang terus berinovasi dengan produk dan sistem pemasaran mereka. Media digital saat ini menjadi satu-satunya platform distribusi dan komunikasi yang dapat dilakukan pengembang.

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, memaparkan, hal ini dipercaya karena daya beli tidak sepenuhnya habis. Banyak masyarakat yang masih menyimpan potensi daya beli, meskipun menjadi terhambat dan memilih untuk wait and see yang lebih lama lagi.

"Ketangguhan para pelaku pasar melewati semua tantangan ini diuji dalam sebuah proses penilaian yang independen, objektif, dan terukur dalam Golden Property Awards 2021. Ini merupakan penyelenggaraan Golden Property Awards keempat yang merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi para pelaku bisnis properti,” jelas Ali.

Ali melanjutkan bahwa diperlukan upaya yang cukup besar untuk menentukan proyek pemenang dengan objektif tanpa transaksional pemenang.

"Kami berharap hasil yang nantinya diperoleh menjadi sebuah kebanggaan untuk masing-masing proyek penerima penghargaan. Idealisme penilaian yang kami lakukan bukanlah sempurna, tetapi tetap menjadi yang terbaik yang dapat kami lakukan saat ini. Dan tetap menjaga objektivitas maupun independensi kami sebagai lembaga riset dan konsultan terpercaya," kata dia.

Setelah pendaftaran nominasi yang dibuka sejak September 2020, kini peserta telah memasuki tahapan penjurian yang akan dilakukan hingga akhir Juni 2021 ini. Sebanyak 138 proyek yang lolos menjadi peserta akan memperebutkan 28 penghargaan untuk 65 pemenang.

Wilayah cakupan penghargaan untuk tahun ini meliputi Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang-Cilegon, dan Jawa Barat. Para pemenang akan diumumkan dalam perhelatan akbar Golden Property Awards yang dilaksanakan pada Kamis, 9 September 2021.