Ajaran Bab Kesucian Dinyatakan Sesat, Belasan Murid Keluar dan Kegiatan Dihentikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Belasan anak dilaporkan keluar dari Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang mengajarkan Bab Kesucian. Mereka memilih tidak lagi tinggal di yayasan itu setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menyatakan Bab Kesucian sebagai aliran sesat.

"Tadinya kan ada sekitar 30 anak (tinggal di yayasan), tapi ada 10 yang pulang," tutur Kepala Kemenag Gowa Aminuddin, Rabu (4/1).

Saat ini, Kemenag bersama tim pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan masyarakat (PAKEM) yang dikoordinatori oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) telah turun ke Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah. Sejauh ini, Aminuddin belum mengetahui pasti apakah yayasan itu mengantongi izin sekolah atau pondok pesantren.

"Yayasan ini kan bukan sekolah atau ponpes. Hanya saja dia membina anak-anak ini, makanya kami juga lagi konfirmasi. Tapi kalau modelnya sekolah agama, izinnya tidak ada di Kemenag," kata dia.

Koordinasi dengan MUI

Aminuddin mengaku juga belum mengetahui terkait pimpinan yayasan menghentikan aktivitas seluruh anak-anak sejak ajaran Bab Kesucian dinyatakan sesat oleh MUI Sulsel. Ia menyebut sejak awal kegiatan di yayasan tersebut tidak terlihat secara langsung.

"Sebenarnya kan kegiatan mereka hanya yang tinggal di situ. Jadi kalau ada yang bilang ada kegiatan selama ini kan enggak kelihatan," tuturnya.

Aminuddin menambahkan dalam waktu dekat Kemenag Gowa bersama tim PAKEM yang dikoordinatori Kejari akan menemui MUI Sulsel. Aminuddin ingin mengetahui alasan MUI Sulsel menganggap Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang mengajarkan Bab Kesucian adalah sesat.

"Nanti kita akan koordinasikan dengan MUI Sulsel. Kan persoalan sesat atau tidak sesat itu kan wilayah MUI," ucapnya.

Terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku sudah memerintahkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk melakukan pengecekan terhadap Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah. Berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak yayasan, terungkap bahwa MUI belum pernah datang.

"Karena itu kita menjadwalkan untuk duduk bersama dengan memanggil pihak yayasan dan MUI. Mungkin hari Selasa kita undang," sebutnya.

Meski demikian, jika Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah benar-benar dianggap sesat, maka pihaknya akan menindak tegas. Tetapi, ia berharap pemerintah bersama MUI untuk meluruskannya.

"Kita harus sama-sama meluruskan jika ada yang bengkok. Jangan malah kita patahkan," ujarnya.

Ia berharap kepada semua pihak untuk menahan diri hingga semua proses terungkap.

Kegiatan Dihentikan

Sementara pemimpin Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah, Wayang Hadi Kesumo membenarkan sudah ada 17 anak didiknya keluar. Hadi menyebut 17 anak tersebut tak ingin dicap sebagai pengikut aliran sesat.

"Kami ada 50-an orang yang belajar gratis di sini. Mereka itu merupakan anak miskin dan yatim," bebernya.

Hadi juga mengaku menghentikan kegiatan di yayasannya sejak MUI Sulsel menganggap mereka sesat. Ia menyebut langkah tersebut diambil karena terus menjadi polemik di masyarakat.

"Kan sudah dikatakan sesat, ya ditutup saja (kegiatan yayasan). Saya tidak mau melawan hukum dan ikuti apa aturan yang berlaku," kata dia.

Ia mengaku menunggu keputusan pemerintah apakah menganggap yayasannya sesat atau tidak. Ia pun terbuka jika yayasannya mendapat pembinaan agar tidak dianggap sesat.

"Kita tunggu keputusannya bagaimana," ucapnya. [yan]