Ajudan Djoko Susilo Ubah Kesaksian di Pengadilan

TEMPO.CO, Jakarta - Wasis Tri Pambudi, mantan ajudan Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Djoko Susilo, yang juga menjadi terdakwa kasus pencucian uang proyek simulator kemudi, mengubah keterangan dalam persidangan.

Awalnya, ia mengaku tahu isi kardus yang ia bawa bersama Ketua Panitia Proyek Simulator Kemudi, AKBP Teddy Rusmawan, saat ditanya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Tapi, di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Wasis mengaku bahwa jawaban itu hanya karangan belaka.

"Ada beberapa keterangan saya yang ngarang," ujar Wasis di depan ketua majelis hakim Suhartoyo, Jumat, 12 Juli 2013. Pada saat itu, katanya, ia bersama Teddy Rusmawan ke Plaza Senayan menggunakan mobil Toyota Avanza. Ada tiga kardus yang ia bawa dalam mobilnya tersebut.

"Saya pernah (membawa). Tapi, saya tidak tahu itu berupa dana atau tidak," kata Wasis. Ia mengaku mengarang jawaban karena merasa ditekan oleh penyidik. "Saya diarahkan," katanya.

Wasis melanjutkan, satu-satunya informasi yang ia tahu tentang kardus itu adalah saat ia mengambil kardus tersebut dari sebuah rumah di Jalan Pengadegan milik Djoko, lalu ia taruh ke ruang produk. Wasis kemudian melapor pada sekretaris pribadi Djoko, Tiwi dan Erna. Ia tak ingat pasti siapa sespri yang mengarahkannya saat itu.

Selanjutnya, Wasis juga mengaku pernah mengantar kardus-kardus tersebut ke Plaza Senayan. Kata Wasis, ia diajak ke Plaza Senayan oleh Teddy Rusmawan. Keduanya pun berangkat ke sana menumpang mobil Toyota Avanza. Di dalam mobil itu juga Wasis dan Teddy membawa kardus.

Soal kardus ini, Wasis kembali mengaku tidak punya informasi sama sekali. "Saya tidak tahu (isinya)," kata dia. Sesampainya di Plaza Senayan, Wasis mengaku diminta Teddy untuk tidur saja di mobil yang sedang diparkir. Maka Wasis menuruti keinginan Teddy. Lalu Wasis sempat ke kamar mandi. Saat ia kembali dari kamar mandi, ia malah diminta pulang oleh Teddy. Wasis pun pulang ke kantor Korlantas.

Sebelum pulang ke kantor, Wasis mengaku sempat melihat mobil Toyota Harrier milik Djoko. "Mobil Harrier itu diparkir di bawah," katanya. Dan, menurut dia, dalam mobil itu ada satu kardus lagi.

FEBRIANA FIRDAUS

Terhangat:

Bara LP Tanjung Gusta | Bursa Capres 2014 | Ribut Kabut Asap

Lihat juga:

5 Solusi Pemerintah Atasi Rusuh Tanjung Gusta

Gardu Tanjung Gusta Sudah Rusak Beberapa Hari

Istana Belum Tahu Penyebab Rusuh Tanjung Gusta

Rusuh Tanjung Gusta: Kenapa Takut Pasang CCTV?

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.