Ajudan Ferdy Sambo Takut dan Merasa Terancam saat Diperiksa Kasus Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer bersaksi di sidang kematian Brigadir J dengan Terdakwa Bharada E. Dalam kesaksiannya, dia mengakui ada rasa takut saat memberikan keterangan polisi.

Saat momen ditanya oleh tim kuasa hukum, Romer mengungkapkan rasa takutnya kepada Ferdy Sambo selama pemeriksaan BAP.

"Kami takut jika BAP kami tidak sesuai. Sebab keluarga kami terancam. Seperti apa yang saksi rasakan?" tutur Kuasa Hukum Bharada E di PN Jaksel, Senin (31/10).

"Takut saja Pak, karena ini menyangkut ada orang meninggal," kata Romer.

"Sama FS takut nggak?" tanya Kuasa Hukum.

"Siap takut," jawabnya.

"Waktu di BAP pernah merasa terancam?" tanya Kuasa Hukum lagi.

"Siap," sahut Romer.

Kuasa Hukum kemudian mengulas informasi adanya peristiwa yang dialami Romer selama rentang proses BAP.

"Ada kejadian di ruangan? Yang di toilet?" tanya Kuasa Hukum.

"Siap pernah. Jadi waktu saya pemeriksaan di Bareskrim lantai 3, saya di ruang pemeriksaan pojok. Terus katanya kamu bawa alat perekam ya. Terus katanya apa itu lampu-lampu merah di kantong saudara? Langsung dicabut," jawabnya.

"Jadi saudara terancam ya waktu FS belum dipecat ya?" ujar Kuasa Hukum.

"Siap," jawab Romer.

Sebelumnya, ajudan Ferdy Sambo hadir sebagai saksi atas kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Adzan Romer, Prayogi Ikrata Wikaton, Daden Miftahul Haq, dan Farhan Sabilah.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [rnd]