Ajukan JC, Djoko Tjandra Siap Bongkar Kasus Suap Red Notice

Bayu Nugraha, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Terdakwa perkara dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan suap red notice Djoko Tjandra mengajukan justice collaborator (JC) atas perkara yang menjeratnya.

Permohonan JC itu disampaikan tim penasihat hukum Djoko Tjandra kepada Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021.

Usai persidangan, tim Pengacara Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo mengatakan, JC ini diajukan lantaran kliennya meyakini memiliki peran dalam membantu penegak hukum membongkar kasus suap yang menjeratnya. Melalui JC ini, Djoko berharap dapat menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk meringankan hukumannya.

"Pak Joko tadi mencoba mengajukan JC ya. Artinya, Pak Djoko meyakini dirinya ini punya peran dalam membuka peristiwa-peristiwa pidana yang sekarang disidangkan ini. Karena Pak Djoko membuka peran itu, tentu Pak Djoko ingin dihargailah sebagai nanti ketika tuntutan atau putusan supaya paling tidak ringan atau dimudahkan ketika jika nanti dihukum, untuk mendapatkan remisi, dan sebagainya," kata Soesilo.

Penasihat hukum Djoko Tjandra lainnya, Krisna Murti mengatakan, kliennya telah mengungkap aliran uang suap terkait pemufakatan jahat dan red notice dalam proses persidangan sejauh ini. Hal ini, kata Krisna menunjukkan itikad baik kliennya untuk kooperatif kepada penyidik maupun jaksa.

"Artinya, dari awal yang membuka tentang masalah uang tersebut kan Pak Djoko, di dalam BAP pun juga dituangkan, nah itu nanti dalam JC-nya nanti," kata Krisna.

Baca juga: Ahli Temukan 21 Bukti Video Terkait Red Notice Djoko Tjandra