Akademisi ajak perokok berhenti bertahap dengan tembakau rendah risiko

Kepala Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran Neily Zakiah berpesan kepada perokok agar mengurangi ketergantungan dan berhenti sepenuhnya secara bertahap dengan cara menggunakan sumber nikotin lain yang lebih rendah risiko ketimbang rokok bakar konvensional.

Neily menjelaskan, berhenti merokok secara bertahap menggunakan produk lain yang rendah risiko bisa mengurangi gejala kecemasan pada perokok karena asupan nikotinnya tetap terjaga, namun dengan kadar yang diturunkan secara bertahap.

Baca juga: Lima fakta nikotin, benarkah sebabkan masalah kesehatan?

“Terkadang, jika proses berhenti merokok tidak dilakukan secara bertahap, maka gejala withdrawal yang bisa membuat kurang nyaman secara fisik dan psikologis dapat terjadi, sehingga meningkatkan kemungkinan orang tersebut untuk kembali merokok atau yang disebut dengan relapse,” kata Nelly dalam keterangannya pada Sabtu.

Menurut Neily, saat ini ada sejumlah pilihan intervensi yang bisa dimanfaatkan perokok dewasa, seperti melakukan konseling dengan pihak kompeten semisal dokter, psikolog klinis, apoteker, dan lain-lain.

Ada juga alternatif lain dengan menggunakan produk terapi pengganti nikotin atau nicotine replacement therapy (NRT) seperti tablet hisap, permen karet, dan semprotan hidung.

“Konsep NRT adalah menyediakan nikotin dengan dosis rendah melalui produk-produk tersebut untuk melemahkan gejala withdrawal nikotin dari rokok secara bertahap,” jelasnya.

Baca juga: Produk alternatif 50 persen efektif kurangi kecanduan nikotin

Selain NRT, saat ini berbagai pihak juga tengah mengevaluasi pemanfaatan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ia menilai, tembakau alternatif sebagai produk penghantar nikotin yang terlahir dari hasil inovasi dan kajian ilmiah, dapat menjadi pilihan bagi perokok dewasa yang merasa kesulitan untuk berhenti dari kebiasaannya. Namun, perlu dicatat bahwa produk itu tidak bebas risiko sepenuhnya, sehingga pilihan yang terbaik adalah berhenti merokok total.

“Hasil studi systematic review kami yang terbaru menunjukkan bahwa berbagai produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin memiliki potensi untuk membantu upaya pengurangan pada perokok aktif dewasa dengan berbagai tingkat efektivitas dan risiko yang berbeda-beda pula,” kata Neily.
​​
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Neily meneruskan produk tembakau alternatif berpotensi untuk mengurangi gejala withdrawal pada perokok dewasa. Dari segi keamanan jangka pendek, produk-produk tersebut pada umumnya bisa ditoleransi tubuh dengan baik. Efek sampingnya pun minim bila dibandingkan dengan rokok.

Baca juga: Gunakan rokok elektronik juga tingkatkan risiko COVID-19

“Karena karakteristik produk-produk tersebut sangat bervariasi, informasi yang detail dan tepat juga harus disampaikan secara menyeluruh untuk mencegah misinformasi,” kata dia.

Kendati demikian, produk-produk tersebut tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan studi yang lebih mumpuni.

Neily berharap agar pemerintah bisa turut serta pada upaya pengurangan bahaya tembakau. Salah satunya adalah dengan menyediakan informasi yang komprehensif dan berimbang mengenai manfaat dari produk-produk tembakau alternatif yang pada akhirnya dapat menjadi basis peraturan yang tepat sasaran.

“Pemerintah juga perlu membuat regulasi yang sesuai dengan berbasis bukti penelitian sehingga upaya pengurangan bahaya merokok bisa tepat sasaran,” tutupnya.

Baca juga: Benarkah nikotin pemicu utama penyakit berbahaya? Simak faktanya

Baca juga: SMOORE luncurkan proyek penelitian perintis tentang ketergantungan nikotin

Baca juga: Tiga fakta soal nikotin yang perlu Anda ketahui

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel