Akademisi: Bisnis keluarga berperan penting tingkatkan ekonomi negara

Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof Dr Djisman S Simandjuntak mengatakan bisnis keluarga berperan penting dalam meningkatkan perekonomian suatu negara.

"Seperti yang kita tahu bahwa ada banyak tantangan di dunia bisnis. Bisnis keluarga memegang peran penting bagi perekonomian negara bahkan pada level global. Didukung oleh teknologi yang berkembang, dunia bisnis juga berkembang dengan pesat dan negara-negara di ASEAN diproyeksikan menjadi kontributor utama ekonomi dunia," ujar Djisman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya berupaya untuk memberikan pengetahuan sekaligus menyalurkan nilai-nilai dan hal-hal mendasar mengenai bisnis keluarga melalui edukasi perencanaan dan wawasan terkini, baik dari sudut pandang global maupun lokal kepada para pemangku kepentingan.

"Lebih jauh lagi, kami juga ingin dapat memberikan nilai dan fundamental dari bisnis keluarga, serta memfasilitasi para akademisi dan praktisi untuk melakukan kegiatan berjejaring selama kegiatan berlangsung," kata dia.

Sebelumnya, Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya berkolaborasi dengan Nagoya University of Commerce and Business (NUCB) menyelenggarakan "The 3rd Family Business Academic Conference and Doctoral Colloquium 2022".

Dekan Sekolah Bisnis NUCB Prof Kenji Yokoyama PhD mengatakan bisnis keluarga memiliki keunggulan dan kelemahan serta tantangan dan kompleksitas tersendiri. Namun, lepas dari semua itu, bisnis keluarga berperan penting dalam tingkatkan perekonomian negara.

Pembantu Dekan II Bidang SDM, Administrasi, dan Operasional Universitas Prasetiya Mulya Dr Adrian Teja mengatakan konferensi itu menggabungkan pembahasan dari aspek teoritis dan praktis mengenai perusahaan keluarga.

"Kami mempertemukan akademisi dan praktisi yang peduli akan isu-isu sustainability dalam bisnis keluarga. Akademisi belajar bagaimana para praktisi memaknai nilai-nilai keluarga yang diadopsi dalam perusahaan dan praktisi memperbaharui pengetahuan yang berkembang berdasarkan hasil penelitian. Interaksi yang sinergis antara akademisi dan praktisi diharapkan saling mengisi gap antara teori dan praktis," kata Adrian.

Pemahaman yang seimbang antara teori dan praktek membantu kampus dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan bisnis keluarga saat ini dan pada masa mendatang dengan memanfaatkan kearifan lokal untuk memenuhi kebutuhan global.

Baca juga: Normal baru tuntut warga berkerja dengan cara berbeda
Baca juga: Perusahaan butuh pimpinan yang mampu beradaptasi
Baca juga: Universitas Prasetiya Mulya selenggarakan program "Parent Talk"