Akademisi: Hari Tani momentum tingkatkan produksi di tengah pandemi

·Bacaan 2 menit

Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto Prof Loekas Soesanto mengatakan peringatan Hari Tani merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan produksi pertanian di tengah pandemi COVID-19.

"Hari Tani yang diperingati setiap 24 September ini merupakan momentum yang tepat untuk terus bersemangat dan berkarya dan tidak surut oleh pandemi," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat.

Dia mengatakan untuk dapat meningkatkan sektor pertanian di tengah pandemi, maka petani harus juga berperan aktif dalam menerapkan protokol kesehatan dan menyukseskan program vaksinasi.

Selain itu, kata dia, petani juga harus terbuka terhadap inovasi pertanian dan mengikuti petunjuk serta pendampingan yang diberikan.

"Dengan demikian, maka diharapkan upaya untuk mengembangkan sektor pertanian akan dapat berjalan dengan optimal," katanya.

Loekas menambahkan Hari Tani juga momentum bagi pemerintah daerah untuk terus menyediakan sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan serta memberikan jaminan terhadap pemasaran produk pertanian.

"Masukan kami bagi pemerintah daerah adalah agar terus dapat menyediakan sarana dan prasarana pertanian yang memang sangat dibutuhkan oleh para petani serta memberikan jaminan terhadap pemasaran hasil produksi pertanian agar petani dapat memasarkan produknya dengan baik," katanya.

Menurut dia, peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi pemasaran hasil produk pertanian, secara tidak langsung akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

"Faktor yang dapat mendukung produktivitas pertanian antara lain kemudahan akses sarana produksi, pemasaran, permodalan dan juga pendampingan yang berkelanjutan," katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga perlu terus meningkatkan infrastruktur pertanian yang memadai yang memiliki peran strategis.

Loekas menyebutkan bahwa infrastruktur dimaksud antara lain berupa bangunan penyedia air irigasi, saluran irigasi, drainase hingga infrastruktur jalan penunjang pertanian.

"Pemenuhan infrastruktur yang memadai harus menjadi perhatian agar produktivitas dapat optimal, terutama pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, peningkatan produktivitas pertanian harus diupayakan untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.

Baca juga: Menko Airlangga dukung smart farming petani milenial
Baca juga: Kementerian BUMN dorong petani ikut program Makmur Pupuk Indonesia
Baca juga: Bulog serap satu juta ton beras petani

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel