Akademisi: KTT G20 membawa dampak positif bagi Indonesia

Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Rio Dhani Laksana mengatakan rangkaian kegiatan Presidensi G20 khususnya pelaksanaan KTT G20 membawa banyak dampak positif bagi Indonesia.

"Rangkaian kegiatan Presidensi G20 khususnya pelaksanaan KTT G20 membawa dampak positif bagi bangsa ini," kata Rio Dhani Laksana dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Kepala Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed itu mencontohkan, KTT G20 telah menghasilkan kerja sama dalam sistem ketahanan kesehatan global dan harmonisasi standar protokol kesehatan global.

Baca juga: Peneliti: Deklarasi G20 akan mendorong percepatan transisi energi

Selain itu, kata dia, kerja sama dalam pengembangan pusat studi serta manufaktur untuk pencegahan, persiapan dan respons terhadap krisis kesehatan yang akan datang.

Untuk sektor energi, kata dia, KTT G20 melalui Energy Transitions Ministerial Meeting (ETMM) telah menghasilkan kesepakatan untuk mengkatalisasi investasi yang inklusif dan berkelanjutan dalam skala besar ke arah sistem energi rendah emisi atau net zero emissions.

"Di samping itu juga berkolaborasi dalam memobilisasi semua sumber pendanaan untuk mencapai tujuan Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030," katanya.

Rio Dhani Laksana mencontohkan bahwa sepanjang gelaran Presidensi G20, terdapat berbagai manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi Indonesia sebagai tuan rumah.

"Untuk manfaat langsung di antaranya presidensi G20 telah melibatkan berbagai UMKM di Indonesia dengan 150 side event," katanya.

Baca juga: Digital Transformation Expo dikunjungi 4.200 orang dalam lima hari

Dengan demikian, menurut dia, pendapatan di sektor industri kreatif mengalami peningkatan selama 2022.

"Sektor hospitality dari tingkat okupansi hunian hotel para tamu-tamu negara G20 beserta media massa negara tersebut juga merasakan dampak positif," katanya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan pernyataan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menyebut bahwa gelaran G20 telah berkontribusi terhadap peningkatan wisatawan mancanegara serta peningkatan lapangan kerja di sektor kuliner, fesyen, dan kriya selama kurun waktu 2022 ini.

"Tamu-tamu negara-negara anggota G20 juga telah membelanjakan berbagai keperluan selama gelaran G20," katanya.

Sementara itu dampak tidak langsung gelaran G20 yang terselenggara dengan sukses, kata dia, akan menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia telah berangsur-angsur pulih pasca pandemi COVID-19.

"Hal tersebut tentunya akan menarik investor-investor dari negara-negara G20 untuk melakukan Investasi di Indonesia," katanya.