Akademisi: Petani perlu dibekali pengetahuan tentang inovasi pertanian

·Bacaan 2 menit

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Loekas Soesanto mengatakan bahwa petani perlu dibekali pengetahuan tentang inovasi pertanian guna mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tani.

"Urgensi program yang perlu dilakukan untuk meningkatkan sektor pertanian antara lain dengan pemetaan dan pembekalan petani akan inovasi pertanian" katanya di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Saat ini tantangan pembangunan di sektor pertanian makin kompleks dan beragam sehingga dibutuhkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.

"Inovasi berbasis teknologi pertanian akan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tani dan pada akhirnya mendukung program ketahanan pangan nasional," katanya.
Baca juga: Presiden dorong IPB University jadi kampus pelopor inovasi pertanian
Baca juga: Mentan dorong akademisi hadirkan inovasi pertanian

Untuk itu, petani perlu dibekali pengetahuan dan juga didorong agar dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan inovasi di bidang pertanian.

"Dengan bersikap adaptif maka akan menguntungkan bagi petani, karena inovasi pertanian selain dapat meningkatkan produksi pertanian juga secara jangka panjang dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan juga sekaligus dapat mendorong perekonomian terutama di tengah pandemi COVID-19," katanya.

Karena itu, pemerintah perlu terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait inovasi pertanian.

"Dengan inovasi pertanian maka sektor pertanian akan makin maju dan berkembang, karena itu petani harus adaptif menerapkan inovasi berbasis teknologi yang tepat guna sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Pemerintah juga perlu mendorong penguatan riset dan inovasi teknologi pertanian serta mengakselerasi pemanfaatan teknologi pertanian.

"Perguruan tinggi juga perlu berperan aktif dalam penguatan kapasitas riset terkait dengan inovasi berbasis teknologi pertanian," katanya.

Di tengah pandemi COVID-19, harus terus dilakukan kampanye guna mendorong minat generasi muda agar mau berperan aktif membangun sektor pertanian termasuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi pertanian.

"Dengan kampanye yang masif maka akan lebih mendekatkan informasi kepada khalayak terutama kaum milenial," katanya.

Selain menggencarkan kampanye dan sosialisasi mengenai modernisasi pertanian, pemerintah juga perlu terus mengembangkan teknologi praktis di dunia pertanian.

"Mudahkan pengadaan sarana dan prasarana termasuk jaminan tidak hanya terhadap kegagalan atau jika terjadi gagal panen tetapi juga jaminan pasar produk pertanian," katanya.

Baca juga: Balitbangtan terus berinovasi hasilkan produk olahan pangan sehat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel