Akademisi sebut ASN perlu pahami budaya digital

Akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara Dr Istiani MPSi mengatakan aparatur sipil negara (ASN) perlu memahami budaya digital agar relevan dengan tantangan zaman.

“Budaya digital penting untuk ASN agar tetap relevan dan tidak tertinggal transformasi digital, budaya digital bagi tenaga kerja agar bisa menjawab tantangan baru dan tidak tertinggal,” kata Istiani di Jakarta, Ahad.

Dia menambahkan budaya digital merupakan sesuatu yang harus tetap diperhatikan, tidak hanya sekadar meningkatkan kompetensi pada teknologi digital, namun hal yang menyangkut non-teknik juga tak kalah penting. Terlebih lagi bagi ASN yang memiliki tuntutan untuk melayani masyarakat.

Baca juga: Kemenkominfo dorong ASN kenal dan adopsi teknologi digital

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan pemerintah terus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk memberikan pembekalan terkait literasi digital pada ASN. Terbaru pihaknya menyelenggarakan kelas literasi digital pada ASN di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kelas literasi digital diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi literasi digital ASN di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan. Materi yang disampaikan berhubungan dengan empat pilar literasi digital, yaitu kemampuan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital.

Bonifasius mengatakan ASN perlu meningkatkan kecakapan dunia digital dan yang paling penting meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat, sehingga dapat tercipta ASN yang makin cakap digital.

Sementara itu, Kapus IV Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Dian Ady Permana mengatakan ASN memiliki nilai inti AKHLAK. Dalam nilai inti tersebut terdapat nilai kompeten dan adaptif.

Baca juga: Kemenkominfo minta ASN buat konten kreatif yang mendidik

Baca juga: Wapres: ASN harus kuasai literasi digital

Oleh karena itu, diharapkan ASN dapat belajar untuk meningkatkan kompetensi teknologi digital.

“ASN perlu lebih banyak membaca informasi positif, sehingga dapat menangkal informasi negatif menyambut pesta demokrasi tahun 2024. Kita akan melakukan pesta tersebut secara jujur dan adil, dan para ASN yang berada di garda terdepan dapat memberi kontribusi maksimal dengan memberi energi positif bagi masyarakat,” kata Dian.