Akademisi UI: Konsep pemasaran museum perlu disesuaikan dengan budaya

Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Ixora Lundia Suwaryono mengatakan perlunya penyesuaian konsep pemasaran museum dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

"Konsep pemasaran yang umumnya mengacu pada negara-negara maju, yang mungkin kurang tepat apabila diterapkan pada budaya yang berbeda," kata Ixora Lunda Suwaryono dalam keterangannya di Depok, Minggu.

Menurut dia, perkembangan museum-museum di negara maju dan perkembangan museum ke arah yang berorientasi terhadap pengunjung, mendorong museum di Indonesia untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Baca juga: Perpustakaan UI kembangkan layanan di era digital

Namun konsep tersebut adalah sesuatu yang baru bagi pengelola museum di Indonesia sehingga terdapat kekhawatiran adanya komersialisasi museum yang mementingkan kuantitas pengunjung daripada kualitas.

Ia mengatakan untuk mengembangkan museum di Indonesia, nilai-nilai budaya Indonesia seperti guyub dan kolektivitas dapat menjadi kekuatan sekaligus mengatasi tantangan sumber daya manusia.

Konsep yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah pemasaran museum dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Indonesia di dalamnya.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Ixora menemukan beberapa temuan, yakni kata yang muncul di benak responden saat mendengar kata museum didominasi dengan kata sejarah.

Baca juga: Ketua Iluni UI minta Gerakan Kohesi Kebangsaan dilanjutkan

Ixora menyampaikan sebagian responden ingin berkunjung ke museum di kemudian hari jika museum tersebut menarik, menampilkan objek yang variatif dan tidak membosankan.

Sehingga dalam penelitian ini memberikan rekomendasi terhadap pengelolaan museum di Indonesia yaitu pengelolaan museum ini merupakan tugas bersama antara pemerintah, pengelola museum, perguruan tinggi dan masyarakat.

Baca juga: Wakil Rektor UI kunjungi enam kampus top dunia di Australia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel