Akan Jalani Pengobatan Kanker Prostat, SBY Minta Doa ke Masyarakat Indonesia

·Bacaan 1 menit
Susilo Bambang Yudhoyono jelang memberi keterangan terkait polemik dokumen TPF kasus Munir di Cikeas, Kab Bogor, Selasa (25/10). Pernyataan tindak lanjut hasil temuan TPF Munir dibacakan mantan Mensesneg, Sudi Silalahi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy, menyampaikan bahwa mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengidap kanker prostat dan akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri.

"Benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosis dari tim dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer),” kata Ossy dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021).

SBY, kata Ossy, memohon doa semua pihak agar pengobatan yang akan dilakukannya berjalan lancar.

“Bapak SBY memohon doa dari para sahabat khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya agar medical treatment yang dilakukan dapat berjalan dengan baik,” kata Ossy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scann, kanker prostat yang diderita oleh Bapak SBY masih berada dalam tahapan (stadium) awal.

“Sesuai dengan kondisi kesehatan Bapak SBY saat ini, tim dokter menyimpulkan semua opsi terbuka untuk melakukan pengobatan dan penyembuhan Bapak SBY. Setelah dilakukan konsultasi yang mendalam dengan Tim Dokter Indonesia, termasuk para urolog senior, diputuskan medical treatment dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat,” terangnya.

Izin Jokowi

Ketua tim dokter luar negeri dalam komunikasi langsung dengan Bapak SBY, menurut Osssy telah menyampaikan optimismenya bisa mengatasi penyakit yang diderita Bapak SBY.

“Sesuai dengan etika dan tata krama yang dianut Bapak SBY, beliau sudah menelepon Bapak Presiden Jokowi untuk melaporkan rencana berobat ke luar negeri. Presiden Jokowi memberikan respons yang baik dan menyampaikan bahwa satu-dua anggota Tim Dokter Kepresidenan akan mendampingi dalam pengobatan tersebut,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel