AS akan mengurangi jumlah pasukan di Iran 'dalam beberapa bulan mendatang'

Washington (AFP) - Amerika Serikat pada Kamis berkomitmen untuk mengurangi jumlah pasukannya di Irak dalam beberapa bulan mendatang setelah pembicaraan dengan Baghdad, di mana anggota parlemen telah mendorong proses penarikan itu.

"Kedua negara mengakui, mengingat kemajuan signifikan menuju penghapusan ancaman ISIS, dalam beberapa bulan mendatang AS akan terus mengurangi jumlah pasukan di Irak," kata sebuah pernyataan bersama, tanpa memberikan data.

"Amerika Serikat menegaskan kembali bahwa mereka tidak mencari atau meminta pangkalan permanen atau kehadiran militer permanen di Irak," katanya.

Irak, pada gilirannya, berjanji untuk melindungi pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS setelah serangkaian serangan roket yang dituding dilakukan oleh kelompok-kelompok paramiliter yang pro-Iran.

Kedua negara pada Kamis mengadakan dialog strategis pertama mereka dalam lebih dari satu dekade, beberapa bulan setelah anggota parlemen Irak menuntut penarikan pasukan AS setelah serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad yang menewaskan seorang jenderal terkemuka dari negara tetangganya, Iran.

Sejak saat itu hubungan kedua negara telah stabil di bawah perdana menteri baru Irak yang memiliki hubungan baik dengan AS, Mustafa Kadhemi. Dialog tersebut diselenggarakan secara virtual karena tindakan pencegahan virus corona.