Akbar: Jokowi Bisa Saja Capres Asal Didorong PDIP

Liputan6.com, Jakarta : Jokowi lagi-lagi masuk daftar calon presiden potensial. Kali ini, Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Joko Widodo itu masuk dalam survei yang digelar 7 purnawirawan jenderal TNI. Temuan mereka diskusikan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Rabu 13 Maret lalu.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai Jokowi bisa saja menjadi calon presiden (capres) dan bersaing pada Pemilu 2014. Asalkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang kendaraan Jokowi harus membuka diri untuk mendorong kadernya maju sebagai capres.

Sebab, ucap Akbar, selama ini PDIP hanya mengusung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi capres.

"Jokowi kan selama ini dikenal sebagai orang PDIP, kita lihatlah apakah PDIP akan buka diri untuk calonkan, selama ini kan selalu disebut ibu Megawati yang dicalonkan," kata Akbar saat ditemui di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Bila PDIP membuka diri kepada kadernya yang lain untuk menjadi capres, ujar Akbar, Jokowi berpeluang besar menjadi capres yang selama ini diharapkan masyarakat. Tapi, Jokowi harus membuktikan selama 1 tahun ke depan mampu membangun Ibu Kota Jakarta seperti diharapkan masyarakat.

"Kita lihatlah dalam waktu setahun ke depan, kalau nanti Jokowi lakukan gebrakan-gebrakan yang begitu efektif dan produktif, sehingga kemudian namanya makin terangkat atasi masalah, bisa saja," imbuh Akbar.

Pada Rabu 13 Maret, SBY mengundang 7 purnawirawan jenderal di Istana Negara. Para mantan jenderal itu antara lain, Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, Letjen TNI (Purn) Johny Josephus, Letjen TNI (Purn) Sumardi, dan Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy.

Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy menyatakan, nama-nama kandidat capres yang dibahas dalam pertemuan dengan Presiden SBY antara lain adalah Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Ada 6 nama, yakni Jokowi, Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Mahfud MD, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie," kata Suaidi.(Yog/Ais)