Akbar Sebut Pencapresan Ical Masih Bisa Berubah

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Partai Golkar sudah mendeklarasikan ketua umumnya Aburizal Bakrie atau Ical sebagai calon presiden (Capres) 2014. Meski begitu, Ketua Dewan Pembina Akbar Tanjung menyatakan,masih ada opsi lain terkait pencapresan Ical

"Kita tahu, dalam penetapan itu (Capres) tentu kita harapkan juga dapat dukungan luas dari publik. Karena, kita berharap untuk menang. Kalau tidak untuk apa," kata  Akbar saat ditemui di Fakultas Hukum UI, Depok, Kamis (6/12/2012).

Untuk mencapai kemenangan itu, lanjut mantan Ketua DPR itu, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama adalah masalah elektabilitas partai dan calon serta upaya-upaya untuk meningkatkan elektabilitas keduanya.

Yang kedua adalah mencermati penilaian dan perkembangan opini di tengah publik terhadap pencalonan calon presiden yang diusung partai. Menurut Akbar, hal itu akan menentukan sikap-sikap selanjutnya yang akan diambil partai.

Akbar menilai saat ini elektabilitas Aburizal Bakrie masih perlu ditingkatkan lagi, dan ia menyarankan Golkar untuk melakukan kajian yang lebih mendalam terkait tingkat elektabilitas Aburizal Bakrie sebagai Calon Presiden dari Partai Golkar.

"Waktunya kapan?(Melakukan kajian) Kami berpendapat 1 tahun setelah beliau dideklarasikan. Jadi Juli 2013 saya kira momen yang tepat untuk dikaji lebih dalam terkait elektabilitas saudara Aburizal Bakrie untuk menentukan atau memastikan apakah peluang untuk mendapat kemenangan itu terbuka atau tidak," Akbar menegaskan.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan Golkar jika ternyata elektabilitas Aburizal Bakrie saat dilakukan kajian itu masih tetap rendah, Akbar menolak menjawab dengan tegas apa yang akan dilakukan. Akan tetapi ia mengatakan tentu ada opsi-opsi yang bisa dilakukan, termasuk jika memang harus mengganti Calon Presiden.

"Kita tentu ada beberapa opsi, terlalu dini disampaikan. Tentu, itu kita sampaikan nanti, karena kita juga belum tahu gimana hasilnya. Saya yakin harus ada opsi-opsi, tindakan apa yang harus kita ambil. Setelah kajian analisis tersebut," tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.