AKBP Andi Sinjaya Dapat Pin Emas Kapolri Gegera Bikin Aplikasi

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan dalam bentuk pin emas kepada anak buahnya setingkat perwira menengah atau pamen. Penghargaan itu diberikan ke mereka yang punya prestasi gemilang dalam menjalankan tugasnya. Salah satu perwira yang dapat pin emas Kapolri adalah Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya Ghalib.

Andi Sinjaya mendapat penghargaan karena prestasinya membangun sistem aplikasi tentang pembelajaran dan pengasuhan berbasis teknologi informasi yang di namakan "SIGAP". Aplikasi SIGAP merupakan akronim dari siswa-gadik-pengasuh.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur seperti jadwal pembelajaran, plotting gadik, forum diskusi, referensi, evaluasi dan hotline yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses belajar mengajar. Aplikasi itu dibuat Andi Sinjaya saat dia menjabat sebagai Koorgadik SPN Lido Polda Metro Jaya.

Penghargaan dalam bentuk pin emas Kapolri tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor : Kep/337/II/2021 tanggal 11 Februari 2021, dan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Penghargaan itu diberikan kepada Andi Sijaya melalui Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Merdisyam, Senin 12 April 2021. Jenderal Merdi berharap, aplikasi yang gagas oleh Andi Sinjaya bisa diterapkan ke Polda Sulsel.

"Selamat kepada Kapolres Enrekang telah menerima penghargaan dan mengharapkan penghargaan ini dapat memotivasi jajarannya untuk mengukir prestasi dalam setiap upaya pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Semoga aplikasi SIGAP ini juga bisa di aplikasikan di SPN Batua Polda Sulsel," kata Irjen Merdi.

Sementara itu, AKBP Andi Sinjaya menjelaskan, untuk mendukung aplikasi SIGAP sebagai program berbasis teknologi informasi (TI), dicanangkan pula program pengembangan kapasitas para tenaga pendidik (Instructor Capacity Building) dan perbaikan sarana prasarana di SPN.

Ia menjelaskan, program aplikasi SIGAP dilatarbelakangi permasalahan yang muncul dalam proses belajar mengajar para tenaga pendidik, siswa, dan pengasuh di SPN.

Selama ini kata dia, penilaian kinerja tenaga pendidik, pengasuh maupun siswa calon bintara Polri dilakukan secara konvensional atau tidak berbasis teknologi sehingga perlu beralih melalui sistem digital.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut, menurutnya penghargaan tersebut diraihnya berdasarkan dengan adanya pembuatan Aplikasi SIGAP.

"Semoga penghargaan ini akan lebih motivasi untuk terus berkarya memberikan pengabdian yang terbaik untuk masyarakat,” kata dia.