AKBP Dermawan Dikeroyok Anggota Ormas PP, Dirlantas: Siapa yang Mukul? Saya Komandannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo marah mengetahui salah satu anggotanya menjadi korban pengeroyokan di tengah massa aksi Ormas Pemuda Pancasila (PP) di gedung DPR pada Kamis 25 November 2021.

Dari sebuah video yang beredar, Sambodo terlihat berteriak kepada massa kala mendengar salah satu anggotanya dikeroyok.

"Siapa yang mukul anak buah saya? Sini kalian" kata Sambodo dalam video tersebut, seperti dilihat Jumat (26/11/2021).

Dengan raut yang berapi-api, Sambodo pun menegaskan bahwa dia adalah sang komandan yang mencari sosok pengeroyok anggotanya. "Saya komandannya, siapa yang mukul anak buah saya? Saya komandannya," lantang Sambodo.

Diketahui, satu anggota Ditlantas Polda Metro Jaya bernama AKBP Dermawan Karosekali menjadi korban pengeroyokan aksi massa Ormas PP, Kamis 25 November 2021. Pria yang menjabat sebagai Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya ini harus dilarikan ke rumah sakit guna menjalani perawatan.

Aksi massa pengeroyokan diawali dari demonstrasi Ormas PP yang menuntut kata maaf dari anggota DPR RI Junimart Girsang usai pernyataannya yang dinilai menyinggung Ormas PP.

Kondisi AKBP Dermawan

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, kondisi AKBP Dermawan Karosekali mulai membaik usai mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Perwira menenggah Polri ini, sebelumnya dikeroyok oleh sejumlah oknum Ormas Pemuda Pancasila (PP) ketika mengamankan unjuk rasa di Gedung DPR/MPR pada Kamis kemarin.

"Saat ini kondisi stabil sedang dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati," kata Sambodo saat dihubungi, Jumat (26/11/2021).

Sambodo mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan medis, AKBP Dermawan mengalami luka hematoma di kepala.

"Luka hematoma akibat pukulan benda tumpul pada kepala," ujar dia.

Tendangan Bertubi-tubi

Selain luka di kepala, Sambodo menambahkan, ada memar pada bagian punggung korban akibat menerima tendangan bertubi-tubi.

"Nyeri pada pinggang kiri, akibat tendangan berkali kali," ujar dia.

Sambodo mengatakan AKBP Dermawan belum diizinkan pulang oleh tim dokter. Saat ini, korban masih terbaring di Rumah Sakit Polri.

"Saat ini sedang dalam perawatan untuk beberapa hari ke depan," tandas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel