AKBP Robertus Beberkan Isi KMP Bili yang Kecelakaan di Sambas

Siti Ruqoyah, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapolres Sambas AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo, membenarkan kapal KMP Bili mengalami kecelakaan air di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Namun dia belum bisa menjelaskan penyebab kapal tersebut terbalik lantaran masih dalam proses penyelidikan.

"Informasinya benar, jumlah nahkoda dan ABK 15 orang, dengan rincian nahkoda 1 orang, dan anak buah kapal 14 Orang. Kemudian jumlah muatanya mobil truk 11 buah bermuatan pasir dan batu giling, mobil engkel 1 unit dan mobil Inova 1 unit,' 'kata Robeetus, Sabtu 20 Februari 2021.

Robertus menambahkan, muatan lainya ada sepeda Motor 40 Unit, 6 unit di selamatkan, 34 unit masih berada di dalam KMP Bili. Selanjutnya, mobil truk 11 unit terdapat dengan 12 orang penumpang, mobil Engkel 1 unit terdapat 2 orang penumpang, mobil Innova 1 unit terdapat 6 orang Penumpang, dan Sepeda motor 40 unit sekitar 80 orang penumpang.

"Terjadinya kecelakaan ini berawal sekitar pukul 13.50 Wib, di pelabuhan Perigi Piai Kecamatan Tekarang Kapal dalam posisi miring, sebelum peristiwa terjadi kapal menyeberang dari pelabuhan kuala Tebas menuju Perigi Piai pada saat sandar tali ikatan terputus dan menyebabkan laka kapal. Tapi, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kapal Fery penyeberangan KMP Bili mengalamai kecelakaan air di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada Sabtu, 20 Februari 2021 pukul 14.00 WIB.

Kepala Kantor Search dan Rescue (SAR) atau Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi, membenarkan, bahwa kapal Fery KMP Bili mengalami kecelakaan air di dermaga Perigi Piai pada Sabtu, 20 Februari 2021 pada pukul 14.00 WIB dan kejadian tersebut saat ini tengah dilakukan pendataan.

"Kejadian ini cukup cepat, dan tim rescue kami dari pos SAR Sintete sudah menuju lokasi kapal Ferry yang mengalami kecelakaan terbalik tersebut,"ujar Yopi saat dihubungi viva pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Yopi mengatakan Kronologis kejadian kapal Feri KMP Bili mengalami kecelakaan air belum diketahui lantaran masih dilakukan penyelidikan dan pendataan. Saat ini kata dia Tim SAR masih fokus mencari penumpang yang terjebak didalam kapal tersebut.

"Kami belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Karena saat ini tim SAR gabungan fokus untuk mencari apakah masih terdapat korban yang terjebak di kapal tersebut dan belum sempat menyelamatkan diri,"ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yopi pembaharuan berita selanjutnya akan disampaikan sesegera mungkin. Karena saat ini kami tim SAR fokus kepada korban. "Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan nanti,"tuturnya.