Akhir Karier Pangkostrad Adik Ipar SBY, Cuma 40 Hari Jadi Kasum TNI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mungkin nama purnawirawan militer Tentara Nasional Indonesia ini tak sesohor jenderal-jenderal TNI lainnya. Bahkan kalah sohor ketimbang ayah, adik dan kakak iparnya. Tapi, meski begitu, dia pernah memegang jabatan strategis lho.

Mau tahu siapa jenderal TNI itu? Simak ulasan VIVA Militer, Senin 22 Februari 2021, berikut ini:

Dia adalah Letnan Jenderal (Purnawirawan) TNI Erwin Sudjono. Beliau merupakan adik ipar Jenderal TNI (HOR) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena dia adalah adik dari Kristiani Herrawati. Dan beliau merupakan kakak dari mendiang Jenderal TNI (Purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo.

Perjalanan karier Letjen TNI Erwin di militer tanah air cukup moncer lho. Tapi sebagian besar dihabiskan di satuan infanteri tempat dia tumbuh menjadi prajurit TNI, yaitu Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Sejak pertama kali lulus dari Akademi Militer (Akmil) 1975, putra dari tokoh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Sarwo Edhie Wibowo itu, langsung memperkuat satuan tempur elite Kostrad.

Tak tanggung-tanggung, Erwin muda pada 1976 saat berpangkat Letnan Dua langsung menjabat komando peleton di Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad. Malahan 14 tahun kemudian, ketika menyandang pangkat Mayor dia dipercaya memegang tongkat komando Komandan Yonif Para Raider 305/Tengkorak.

Dan lima tahun berselang, Erwin telah berpangkat Kolonel, dan dipercaya lagi menduduki kursi Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 18/Trisula. Brigif 18 ini merupakan satuan atas yang membawahi Batalyon Infanteri Para Raider 502/Ujwala Yudha dan Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha.

Enam tahun kemudian tepatnya pada tahun 2001, Erwin pecah bintang dan naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI. Kenaikan pangkat itu diterimanya karena menjabat sebagai Kepala Staf Divisi 1/Kostrad.

Pada 2003, karier Erwin semakin menanjak, dua bintang disandangnya yakni berpangkat Mayor Jenderal. Dia juga dilantik untuk menjabat Panglima Divisi 2/Kostrad.

Akhirnya, dia mencapai puncak karier di Kostrad. Pada 2 Mei 2006, saat adik iparnya menjadi Presiden RI, Erwin memegang tongkat komando Panglima Kostrad. Ketika itu dia menggantikan Letjen TNI Hadi Waluyo. Sebelumnya, Erwin sempat meninggalkan Kostrad untuk menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tanjungpura.

Setahun lebih menjabat Pangkostrad, tepatnya pada 16 November 2007 Letjen Erwin digantikan oleh Mayjen TNI George Toisutta. Sedangkan dia dipromosikan untuk mengisi kursi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI pada menggantikan Letjen TNI Endang Suwarya yang pensiun.

Namun, ternyata akhir karier militer Letjen TNI Erwin sebagai Kasum TNI tak berlangsung lama. 40 hari setelah dilantik, tepatnya pada 27 Desember 2007, Letjen TNI Erwin melepas jabatannya kepada Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno.

Akhirnya 2008 Letjen Erwin purnatugas di usia ke 57 tahun. Dan karier kilat Letjen Erwin menjadi catatan baru dalam sejarah Kasum TNI. Karena sebelumnya tak ada yang lebih singkat menjabat Kasum TNI dari beliau.