Akhir Pekan, Jokowi ke Pasar Malam Solo

TEMPO.CO , Solo: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghadiri Pasar Malam Ngarsopuro di Jalan Diponegoro, Kota Solo pada Sabtu 18 Mei lalu. Kedatangannya malam itu selain untuk melihat-lihat ia hadir untuk mengingatkan warga Solo untuk memilih pemimpin Jawa Tengah.

Ketika ia sampai di Pasar Malam seorang anak pertama kali mengenalinya memanggil, "Pak Jokowi." Jokowi pun dengan santai melambaikan tangannya. Setelah ia dikenali keramaian baru menggerumuninya.

Di pasar malam sederhana itu Jokowi masuk ke kios-kios mencoba-coba topi belanda berwarna putih juga blangkon. Warga Solo semua antusias memotret setiap gerak-gerik Jokowi.

Malam itu Jokowi juga menikmati pagelaran ketoprak yang menghibur pengunjung pasar malam. Pagelaran itu dinamai Kethoprak Ngamprung. Kethoprak ini hadir dalam rangka mensosialisasikan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diselenggarakan Minggu kliwon 26 Mei 2013 nanti.

Hadirnya Jokowi juga diterima dengan riang oleh para lakon ketoprak. Pemimpin lakon kethoprak pun berseloroh "Meski sudah jadi gubernur DKI, tidak lupa dengan kota Solo."

Dalam pagelaran ini, jargon yang diusung adalah ayo! Sareng-sareng ke Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Minggu Kliwon 26 Mei 2013 ke TPS nyoblos sesuai pilihan hati.

Pasar Malam Ngarsopuro menurut Jokowi empat tahun lalu adalah pedagang kaki lima yang tak beraturan. Namun, kini pasar itu disulap se rapi saat ini. Kios-kios berjajar beraturan dengan atap terpal. Tidak ada lapak-lapak sembarang.

Pasar malam ini merupakan sebuah usaha mikro yang diberi ruang dan diatur peraturan. "Perlu waktu yang lama adalah pembangunan manusianya," kata Jokowi

Jokowi malam itu tak hanya menikmati pagelaran kethoprak dan melihat-melihat pasar. Ia juga menikmati hangatnya wedang ronde ditemani warga Solo yang terus menyorotnya dengan kamera.

Warga yang hadir malam itu dengan sumringah menerima kehadiran mantan pemimpinnya itu.

Menurut Fany, 30 tahun, yang lahir dan besar di Solo, belum ada pemimpin yang seperti Jokowi. "Gak pernah ada pimpinan dekat sama rakyat, biasanya pemimpin jaga jarak," kata Fany.

Fany yang mewakili suara anak muda, gagasan yang paling berkesan dari Jokowi adalah city walk di Jalan Slamet. "Kotanya jadi lebih tertata," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Dwi, 48 tahun, seorang tukang becak yang  lahir dan tinggal di Solo. Meskipun ia sempat merantau ke Jakarta ia pun kembali lagi ke Solo. Menurutnya, selama Jokowi menjadi pemimpin Solo ia menghapuskan premanisme. "Perjudian juga dihapuskan," kata Dwi.

RUCITRA DEASY FADILA

Topik terhangat:

PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita lainnya:

EDISI KHUSUS Cinta dan Wanita Ahmad Fathanah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.