Akhir Polemik Aturan Penggunaan Jilbab bagi Siswi Sekolah Negeri di Padang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Padang - Polemik siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Kota Padang, Sumatera Barat yang disuruh memakai jilbab masih menjadi perbicangan publik.

Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menko Polhukam Mahfud Md ikut bersuara terkait kasus ini. Namun, Pemerintah Provinsi Sumbar menyebut masalah yang sempat viral di media sosial itu sudah selesai.

Juru bicara Pemprov Sumbar, Jasman Rizal mengatakan masalah penggunaan jilbab ini terjadi hanya antara guru dan murid. Kemudian, melebar karena viral di media sosial.

"Pihak sekolah sudah meminta maaf, dan juga akan mengubah aturan soal tata tertib siswa soal berpakaian yang multitafsir," kata Jasman kepada Liputan6.com, Senin (25/1/2021).

Saat ini, lanjutnya, siswi tersebut sudah masuk sekolah seperti biasa. Kemudian, pihak sekolah juga telah bertemu dengan pihak kuasa hukum orangtua siswi untuk mencari jalan tengah masalah ini.

Jasman menyebut permasalahan yang terjadi saat ini, adanya oknum yang tak mengerti duduk perkaranya, tetapi ikut-ikutan berkomentar dan menggiring opini hingga melebar ke mana-mana.

"Masalahnya sudah selesai, kami dari Pemprov Sumbar juga tak diam dan terus mencari jalan tengah polemik penggunaan jilbab ini," jelasnya.

Dinginkan Suasana

Pada Senin 25 Januari 2021, Dinas Pendidikan Sumbar juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pendeta di Padang, untuk membantu menengahi persoalan jilbab ini.

Dalam pertemuan itu, pendeta dan pemuda gereja sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Para tokoh agama tersebut juga sepakat untuk saling mendinginkan suasana.

"Sembilan orang pendeta hadir dan mereka mendukung semua tindakan yang dilakukan Pemprov dan pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik," kata Jasman.

Sebelumnya, sebuah video adu argumen antara orangtua siswa, dengan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat viral di media sosial Facebook.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook EH pada Kamis (20/1/2021). Ia merupakan orangtua dari siswi yang diminta mengenakan jilbab oleh pihak sekolah.

Namun, dalam video itu ia menyampaikan keberatan, karena sebagai nonmuslim ia merasa terganggu dengan aturan tersebut.

Saksikan juga video pilihan berikut ini: