Akhir Polemik Pengelolaan Gua Sunyaragi Cirebon

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Cirebon - Polemik di internal pengelolaan objek wisata Gua Sunyaragi Cirebon mendapat titik terang. Meski berat, Badan Pengelola Taman Air Gua Sunyaragi (BP TAGS) dikembalikan kepada Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pengurus yang masuk dalam BP TAGS menyerahkan SK pengangkatan mereka kepada Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat. Situs Gua Sunyaragi Cirebon kini sudah kembali dibuka.

"Sekarang sudah jadi kewenangan Keraton Kasepuhan karena ini dianggap bagian dari wewengkon Keraton Kasepuhan," kata Humas BP TAGS Eko Ardi, Sabtu (13/11/2021).

Dia mengatakan polemik yang terjadi di Goa Sunyaragi saat ini sudah menemui titik terang. Pasalnya pihak BP TAGS dan Keraton Kasepuhan sepakat pengelolaan Goa Sunyaragi akan diambil alih oleh Keraton Kasepuhan.

Setelah diserahkannya wewenang pengelolaan ke pihak Keraton Kasepuhan Cirebon. Maka secara otomatis BP TAGS yang sebelumnya mendapat mandat melalui SK dari Sultan Sepuh XV, saat ini sudah demesioner.

"Kami saat ini sudah demisioner, dan terkait penutupan Goa Sunyaragi ini nantinya akan diatur oleh pihak Keraton Kasepuhan," tandasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Evaluasi

Pengelola objek wisata Situs Gua Sunyaragi bersama keluarga Sultan Luqman Zulkaedin membuka pagar pintu masuk objek wisata setelam sempat tutup karena konflik internal. Foto (istimewa)
Pengelola objek wisata Situs Gua Sunyaragi bersama keluarga Sultan Luqman Zulkaedin membuka pagar pintu masuk objek wisata setelam sempat tutup karena konflik internal. Foto (istimewa)

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Goemelar Soeryadiningrat, mengaku prihatin dengan konflik menagemen yang terjadi di Goa Sunyaragi. Dia mengaku mengambil alih Pengelolaan Goa Sunyaragi.

"Menejemen akan kami ambil alih, dan kami juga akan mengadakan evaluasi agar kedepan pengelolaan Goa Sunyaragi bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Dia mengakui, permasalahan yang ada di internal pengelola situs Gua Sunyaragi menjadi perhatian bagi masyarakat Cirebon dan dari luar Cirebon.

Oleh karena itu, dia berharap dari permasalahan tersebut bisa menjadi pelajaran agar ke depan lebih baik seperti apa yang ditanamkan oleh Sultan Sepuh XIV.

"Kami akan perbaiki kesalahan seperti adanya salah komunikasi dan kesalahpahaman ini menjadi bahan evaluasi bagi Keraton Kasepuhan," jelasnya.

Goemelar mengaku akan berkoordinasi dengan internal keluarga untuk kelanjutan pengelolaan Gua Sunyaragi ke depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, BP TAGS Cirebon mendadak menutup objek wisata yang menjadi ikon kebanggaan warga Pantura Jawa Barat. Penutupan objek wisata Gua Sunyaragi Cirebon diketahui dilakukan pada Sabtu, 14 November 2021 sampai Minggu 15 November 2021.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel