Akhir Tahun, Warga Jepang Pilih Nonton Video Porno di Rumah

, umumnya para penjual dan pengedar film porno bajakan tersebut bukanlah orang baru. Mereka berulangkali melakukan hal tersebut, sebagai bagian dari jaringan yakuza di Jepang. Mencari uang dengan mudah melalui penjualan film bajakan dan porno tanpa sensor, karena memang tetap banyak peminatnya.

Para tersangka yang ditangkap, diadili dan sanksinya adalah masuk penjara atau denda yang besarnya bisa mencapai puluhan juta yen.

Mereka biasanya membayar denda, walaupun puluhan juta yen, lalu biasanya berusaha serupa lagi lebih hati-hati dalam beroperasi, dilakukan untuk menutupi kerugian tersebut, harus bayar denda puluhan juta yen. Begitulah selanjutnya, pada akhirnya ditangkap polisi kembali. Ada kemungkinan sebagai bagian dari persaingan tajam antar para toko. Pemilik yang iri hati, akan memberikan informasi kepada polisi agar dia ditangkap. Dengan demikian ada unsur kerjasama, sama-sama dapat rezeki, kalau ingin tertutup semua, sampai tak ketahuan polisi. Tak boleh ada satu yang kaya sendiri. Inilah hukum dunia malam di Jepang, yang merupakan salah satu aturan yakuza pula, agar semua sama rata dapat rejeki bersama di dalam satu kelompok.

INTERNASIONAL POPULER

  • Gadis Pelelang Keperawanan Berada di Bali
  • Pamer Payudara di Catwalk, Model Cantik Kena Denda…
  • Penyidik Swasta: Whitney Houston Tewas Dibunuh Penagih Hutang
  • Korban pemerkosaan di India meninggal
  • Jenazah mahasiswi korban pemerkosaan tiba di India

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.