Akhirnya Hillary Clinton Dukung Joe Biden Lawan Trump di Pemilu AS

Ezra Sihite

VIVA – Calon kuat penantang Donald Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden mendapat dukungan dari Hillary Clinton yang juga merupakan penantang Trump pada pemilu sebelumnya. Dukungan tersebut disampaikan secara virtual pada hari Selasa, 29 April 2020 waktu setempat.

Clinton dalam kesempatan tersebut memuji Biden sebagai teman sekaligus sosok yang tepat dan telah siap untuk momen pencalonan presiden. Clinton diketahui beberapa kali mengecam Presiden Donald Trump sebagai orang yang sangat tidak siap dan tampak hanya seperti bermain peran di televisi.

"Saya ingin menambahkan suara saya kepada banyak orang yang telah mendukung anda untuk menjadi presiden kami," kata Clinton.

Menyinggung isu virus Corona, Clinton menambahkan bahwa Biden adalah sosok yang tepat untuk memimpin di situasi seperti saat ini, seperti dilansir dari CNN Amerika.

Clinton, yang merupakan mantan Senator dan ibu negara yang menjadi lawan Trump pada Pemilu 2016. Namun ia mengalami kekalahan telak pada saat itu. Clinton juga kalah pada persaingan Capres Demokrat dari Barrack Obama pada tahun 2008, di mana Joe Biden kemudian menjadi Wakil Presiden mendampingi Obama.

Biden yang berjanji akan memilih seorang wanita untuk menjadi Cawapresnya tahun ini, memperkenalkan Clinton sebagai tokoh yang seharusnya menjadi Presiden AS saat ini. Clinton langsung mengapresiasi pernyataan tersebut.

"Saya senang menjadi bagian dari kampanye anda. Saya tidak hanya mendukung anda tapi juga membantu menyoroti isu-isu yang dipertaruhkan dalam pemilihan presiden ini," kata Clinton kepada Biden.

Menurut berbagai survei, kelompok perempuan lebih condong memilih Clinton ketimbang memilih Trump pada Pemilu 2016. Suara wanita diyakini memainkan peran penting dalam pemilu presiden AS tahun ini, yang dijadwalkan pada 3 November mendatang, dikutip dari Aljazeera.
Sementara Biden dan Clinton mengatakan perlunya mendefinisikan aborsi sebagai perawatan kesehatan esensial selama pandemi virus Corona yang tengah menjadi masalah besar AS saat ini.
Mereka juga mendorong diberikannya subsidi kepada para korban kekerasan dalam rumah tangga yang terpaksa mengambil cuti dari pekerjaan karena adanya penyebaran Corona COVID-19.

Baca juga: Ada 120 Vaksin Corona COVID-19 Dikembangkan, 6 Sedang Uji Klinis

Laporan: Dion Yudhantama