Akhirnya Solskjaer Mengaku Dosa Atas Kekalahan Manchester United

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, akhirnya buka suara soal kekalahan memalukan dari Istanbul Basaksehir dalam matchday 3 Liga Champions, Rabu 4 November 2020 atau Kamis dini hari WIB. Solskjaer mengaku memang ada kesalahan yang dilakukan anak-anak asuh serta pilihan taktiknya.

Performa MU memang begitu buruk. Dua gol Basaksehir lahir dari kekonyolan lini belakang MU. Garis pertahanan terlalu tinggi, membuat Demba Ba dengan mudahnya berlari di area pertahanan Setan Merah dan cetak gol mudah.

Gol kedua lebih konyol. Edin Visca sama sekali tak dijaga pemain MU di kotak penalti.

Padahal, saat bersamaan ada tiga pemain MU yang mengerubungi kotak penalti, hanya menonton Dean Henderson berupaya memblok bola.

Pilihan taktik Solskjaer kemudian jadi pertanyaan. Komentator hingga publik heran mengapa Solskjaer berani memainkan strategi garis pertahanan tinggi di laga ini.

Jadi perjudian besar, karena para pemain Basaksehir dikenal ngotot dan tukang lari. Pun, ada beberapa keputusan yang cukup aneh dengan menggantikan Axel Tuanzebe lebih dini dan menarik Nemanja Matic menjadi bek tengah.

"Tak ada yang spesial dari taktik yang berbeda. Kami secara normal berjalan begitu saja, hanya tak bekerja dengan baik," kata Solskjaer dilansir Manchester Evening News.

"Kami memang harus ubah taktik, dan memasukkan beberapa pemain yang lebih segar," lanjutnya.

Penyebab utama kekalahan MU, diakui Solskjaer, karena lubang yang muncul di lini pertahanan terlalu lebar. Dalam artian, Solskjaer mengakui pilihan taktiknya terlalu berisiko dan salah perhitungan.

MU main terlalu lebar ke kiri dan kanan. Hingga akhirnya, Basaksehir melihat celah di tengah untuk melepaskan serangan balik secara langsung tanpa adanya halangan.

"Saya merasa, tim terlalu main ke kiri dan kami terbuka di sisi kanan. Ketika satu pemain mau melakukan kombinasi, malah ada ruang yang terbuka," ujar Solskjaer.