Akhyar Nasution Akhiri Jabatan Wali Kota Medan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Akhyar Nasution mengakhiri jabatan sebagai Wali Kota Medan pada hari ini, Selasa (16/2/2021). Akhyar menjabat Wali Kota Medan definitif hanya 6 hari setelah dilantik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Kamis, 11 Februari 2021.

Akhyar sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Medan sejak 17 Februari 2016. Kemudian menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan pada Oktober 2019, atau setelah Dzulmi Eldin terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution merupakan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih periode 2016-2021. Mereka memperoleh suara terbanyak kala itu.

Di akhir masa jabatannya menjadi Wali Kota Medan definitif, Akhyar mengucapkan kata-kata perpisahan kepada sejumlah pejabat di Pemerintahan Kota (Pemko) Medan, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan para tenaga honorer.

"Ini merupakan hari terakhir masa jabatan saya. Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Abangda Dzulmi Eldin. Karena beliau, saya ada di sini (Balai Kota)," ujar Akhyar.‎

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Minta Maaf dan Kembalikan Fasilitas

Akhyar Nasution Rabat Wali Kota Medan definitif
Akhyar Nasution Rabat Wali Kota Medan definitif

Akhyar juga meminta maaf kepada bawahannya apabila selama memimpin terdapat kesalahan. Karena menurutnya, ‎jabatan adalah amanah. Pasti ada massa dan akan berakhir. Diakui Akhyar, semua fasilitas yang digunakan sudah dikembalikan kepada Pemko Medan.‎

"Dalam 5 tahun kita bertugas, pasti ada hal kurang mengenakkan di antara kita, secara pribadi saya minta maaf," ucapnya.

Setelah berpamitan, Akhyar kemudian mengenakan helm dan mengendarai motor trail langsung tancap gas meninggalkan Balai Kota.

Maju di Pilkada Medan 2020

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif (Istimewa)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif (Istimewa)

Pada Pilkada 2020, kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Medan, Akhyar kembali maju berpasangan Salman Alfarisi. Lawannya adalah Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, berpasangan Aulia Rachman.

‎Hasil penghitungan suara yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Bobby-Aulia memperoleh 393.327 suara atau 53,45 persen dari suara sah. Akhyar-Salman hanya memperoleh 342.580 suara atau 46,55 persen.

Akhyar-Salman diusung PKS dan Partai Demokrat. Partai pengusung ini hanya memiliki 11 kursi di DPRD Kota Medan. Bobby-Aulia diusung koalisi 8 partai yang menguasai 39 kursi di DPRD Medan, PDIP, Partai Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, PSI, dan Hanura.

Saksikan Video Menarik Berikut ini: