Akhyar Nasution Dilantik jadi Wali Kota Medan untuk 6 Hari

Agus Rahmat, Kenny Putra
·Bacaan 3 menit

VIVA – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, resmi melantik Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan. Pelantikan berlangsung di rumah dinas Gubernur di Jalan Sudirman, Kota Medan Sumatera UTara, Kamis 11 Februari 2021.

Dengan begitu, ia resmi menjadi Wali Kota Medan definitif. Namun jabatan itu tidak akan berlangsung lama, karena Akhyar akan mengakhiri jabatannya pada 17 Februari 2021, atau hanya sekitar 6 hari menjabat.

"Insya Allah dalam 6 hari ke depan saya menjabat Wali Kota Medan. Saya akan terus menjaga Kota Medan. Kondusivitas yang terbangun saat ini, harmonisnya warga kota ini, terus kita jaga dan kita teruskan," ungkap Akhyar kepada wartawan,usai dilantik.

Baca juga: Nurhadi Bantah Dibelikan Menantunya Jam Tangan Richard Mille

Akhyar sebelumnya adalah wakil. Namun sang wali kota tersandung kasus hingga ia menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota. Dalam Pilkada Serentak 2020 lalu, ia kalah dari penantangnya yang juga menantu Presiden Joko Widodo, M.Bobby Nasution.

Meski tidak bisa berbuat dengan waktu singkat ini, Akhyar akan melanjuti tugas yang sedang ia kerjakan. Seperti ?menyiapkan administrasi penyelenggaraan APBD Kota Medan.

"Akan kami selesaikan dalam waktu dekat ini sehingga bisa terlaksana semua rencana-rencana dan program," katanya.

Dalam kesempatan itu, Akhyar Nasution mengucapkan kata-kata perpisahan dan memohon maaf kepada warga Kota Medan, selama ia bertugas menjadi pucuk pimpinan di pemerintahan kota itu.

"Dan nanti Insya Allah pada tanggal 17 (Februari 2021) saya akan mengakhiri jabatan ini. Saya memohon maaf kepada warga Kota Medan atas apa yang telah dikerjakan, yang belum bisa diterima. Saya mohon maaf," katanya.

Akhyar Nasution mengatakan apa yang sudah dikerjakan dalam pembangunan Kota Medan, dapat diteruskan oleh Wali Kota Medan yang baru dan terpilih dalam pilkada lalu.

"Apa yang sudah kami lakukan silahkan dimanfaatkan, silahkan dinikmati. Tapi kalau tidak berkenan, ya kami mohon maaf untuk itu semua," tuturnya.

Sebelumnya Akhyar menjabat Wakil Wali Kota Medan sejak 17 Februari 2016. Dia kemudian menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan pada Oktober 2019, setelah Wali Kota Dzulmi Eldin, terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan legalitas sebagai Wali Kota Medan sesuai dengan surat keputusan disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 8 Februari 2021.

"Walaupun singkat, tetapi dalam menjalankan amanah ini bukan soal waktu. Tetapi apa yang bisa dibuat dengan tulus dan ikhlas. Secara fisik pastinya dengan waktu yang singkat ini sulit, tetapi mendoakan rakyatnya adalah kegiatan yang paling mulia sebagai pemimpin terhadap rakyatnya," jelas Edy.

Walau singkat, Edy mengatakan ?nama Akhyar Nasution tercatat telah menjadi Wali Kota Medan dan menjadi sejarah dalam era kepemimpinan di pemerintahan Kota Medan ini.

"Karena itu yang masih bisa kita banggakan, sampai akhirnya kita bisa mempertahankan kredibilitasnya. Kepada Akhyar dan ibu, jangan pernah berhenti mengabdi kepada bangsa ini. Masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan," kata Edy.?

Di Pilkada Serentak 2021 Kota Medan, Akhyar maju berpasangan dengan H. Salman Alfarisi. Menantang rivalnya, menantu Presiden Joko Widodo, Muhammad Bobby Afif Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman.

?Hasil rekapitulasi penghitungan suara yang ditetapkan oleh KPU Medan, pasangan Bobby-Aulia memperoleh 393.327 suara atau 53,45 persen dari suara sah. Sementara pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, memperoleh 342.580 suara atau 46,55 persen.

Pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, diusung PKS dan Partai Demokrat. Partai pengusung ini hanya memiliki 11 kursi di DPRD Kota Medan.

Sementara pasangan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman diusung koalisi 8 partai yang menguasai 39 kursi di DPRD Kota Medan, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Nasdem, Hanura, PAN, PSI, dan PPP.