Akhyar-Salman Kompak Kenakan Tengkulok dan Uis Gara Saat Debat Pilwalkot Medan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Nomor Urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, menyampaikan karakter warga Medan yang bangga dengan kotanya. Alasan ini membuat Akhyar-Salman memakai Uis Gara Karo dan Tengkulok Melayu saat debat.

Akhyar menyapa warga Kota Medan dengan sapaan etnis saat diberi kesempatan menyampaikan visi dan misinya dalam debat pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, di Grand Mercure Hotel. Mulai dari sapaan salam Jawa, Melayu, Batak, Karo, Pakpak, dan Nias.

Disampaikannya, visi Akhyar-Salman adalah Mewujudkan Kota Medan Cantik Berkarakter Menuju Kota Masa Depan Yang Nyaman dan Bahagia Warganya. Visi ini adalah kombinasi pemikiran Akhyar-Salman sendiri, dan yang muncul dari aspirasi warga Kota Medan.

Sedangkan yang menjadi misi Akhyar-Salman, pertama adalah Medan Berkarakter. Akhyar mengatakan, Medan merupakan kota multi kultural, multi agama, semua suku bangsa yang ada hidup saling hormat menghormati, dan hidup secara damai.

"Orang Medan tekun beribadah, tekun belajar, giat bekerja, orang saling sayang menyayangi, dan bangga dengan Medan-nya. Itulah Medan Berkarakter," kata Akhyar, Sabtu (7/11/2020).

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Misi Akhyar-Salman

Misi ketiga, Medan Maju. Salman menyatakan, harus berani bersinergi dan berinoivasi dalam hal regulasi, transparansi birokrasi
Misi ketiga, Medan Maju. Salman menyatakan, harus berani bersinergi dan berinoivasi dalam hal regulasi, transparansi birokrasi

Kemudian Salman menyampaikan misi selanjutnya, yakni Medan Berkawan. Disampaikannya, orang Medan sangat suka berkawan, beragam etnis, agama dan suku, justru menciptakan partisipasi aktif dan kemitraan yang luar biasa.

"Sehingga mampu melakukan tata kelola pemerintahan dan digitalisasi data-data informasi, orang Medan Berkawan, maka Medan akan maju," ujarnya.

Misi ketiga, Medan Maju. Salman menyatakan, harus berani bersinergi dan berinoivasi dalam hal regulasi, transparansi birokrasi. Intinya menciptakan iklim investasi yang cantik dan berdaya saing. Sehingga Medan menjadi kota yang setara dengan kota-kota besar dunia.

Kemudian, pada misi keempat, yaitu Medan Sejahtera. Percepatan dan perluasan kesejahteraan harus sebanding dan sejurus dengan infrastruktur dan suprastruktur. Yang paling penting, pasangan AMAN (Akhyar-Salman) meningkatkan kemampuan warga Medan untuk menciptakan kesejahteraan secara mandiri, cantik, ramah berteknologi, dan modern.

"Pada misi kelima, Medan Cantik. Semua warga kota pasti menginginkan yang cantik. Partisipasi masyarakat yang kita tingkatkan agar kota ini menjadi cantik secara tampilan, rapi, dan indah untuk dilihat," sebutnya.

Makna Tampilan Akhyar-Salman

Tampilan Akhyar-Salman mengenakan Tengkulok Melayu dan Uis Gara Karo menunjukkan sikap penghargaan terhadap etnis di Medan
Tampilan Akhyar-Salman mengenakan Tengkulok Melayu dan Uis Gara Karo menunjukkan sikap penghargaan terhadap etnis di Medan

Terpisah, Pakar Komunikasi Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Sakhyan Asmara mengatakan, tampilan Akhyar-Salman mengenakan Tengkulok Melayu dan Uis Gara Karo menunjukkan sikap penghargaan terhadap etnis-etnis yang ada di Kota Medan.

"Saya sebagai suku Melayu sangat terhormat Akhyar-Salman memakai Tanjak atau Tengkulok yang lebih kenal di Kota Medan, begitu juga saya rasa untuk etnisitas lainnya," ucap Sakhyan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: