Aki Motor Soak Padahal Baru Ganti, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbeda dengan zaman dahulu, aki yang digunakan pada sepeda motor saat ini fungsinya semakin penting. Peranti penyimpan daya listrik itu diandalkan untuk mensuplai kebutuhan sistem injeksi, lampu hingga berbagai sensor elektronik.

Semakin banyak arus listrik yang dibutuhkan motor, maka aki yang dipakai juga semakin besar kapasitasnya. Beban kerjanya juga semakin bertambah, membuat usia pakainya jadi lebih pendek.

Sudah jarang ditemui motor yang akinya bisa bertahan lebih dari lima tahun, apalagi jika kendaraan tersebut jarang dipakai dan dipanaskan mesinnya. Kunci mendapatkan aki yang awet adalah perawatan, serta motor rutin dikendarai.

Apabila kemampuan menyimpan arusnya sudah lemah, maka aki harus diganti dengan yang baru. Namun, bisa jadi ada yang mengalami aki kembali soak padahal usianya baru beberapa bulan.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Federaloil, Kamis 14 Januari 2021, hal itu bisa terjadi apabila komponen tersebut diganti dengan yang berbeda kapasitasnya.

Misalnya, memasang aki dengan kemampuan menyimpan arus listrik yang lebih besar dari standar. Pemilik mungkin berpikir, bahwa dengan adanya penambahan aksesori lampu atau komponen lain yang butuh listrik, maka butuh aki dengan kapasitas besar.

Tapi, mereka tidak mengantisipasi bahwa aki hanyalah media penyimpanan saja. Tetap dibutuhkan sumber penyedia arus listrik, yakni sepul pengisian dan regulatornya.

Jika komponen ini tidak diganti dengan yang bisa menghasilkan listrik lebih besar, maka aki tidak akan penuh meski motor dipakai seharian.

Demikian pula jika mengganti aki dengan yang kapasitas simpannya lebih kecil. Besarnya setrum dari sepul bisa membuat aki jadi panas karena overcharge. Jadi, pastikan memakai aki dengan ukuran yang sesuai buku panduan.