Akibat Gempa, 3 Orang Meninggal dan 202 Bangunan Rusak di Malang

Lis Yuliawati, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan assesment dampak dari gempa berkekuatan 6,1 Skala Richer (SR) yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021, sekira pukul 14.00 WIB. Hingga Sabtu malam, laporan sementara 3 warga meninggal dunia dan 202 bangunan rusak di Malang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan data yang dihimpun sampai pukul 22.00 WIB masih bersifat sementara. Jumlahnya korban dan kerusakan masih bisa bertambah karena BPBD, relawan dan TNI/Polri masih melakukan pendataan.

"Satu warga bernama Imam warga Desa Sidorenggo, Munadi usia 70 tahun warga Desa Wirotaman, kemudian ada satu rumah roboh atau rusak berat dan mengakibatkan korban jiwa bernama Misni warga Desa Tamansari. Semuanya di Ampel Gading, Kabupaten Malang," kata Sadono.

Selain korban jiwa dan korban luka-luka, sebanyak 202 bangunan dilaporkan rusak. Laporan ini dihimpun sampai pukul 19.00 WIB. Rinciannya, sekolah rusak 9 unit, fasilitas kesehatan 3 unit, rumah ibadah 14 unit, dan fasilitas umum 3 unit.

"Rumah rusak ringan 136 unit, rumah rusak sedang 24 unit dan rumah rusak berat 13 unit. Sampai saat ini masih assesment belum selesai," ujar Sadono.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya beberapa orang dalam peristiwa alam tersebut. Ia menyebut bahwa seluruh pihak, Forkopimda Jatim bersama tiga bupati terus melakukan koordinasi. Gerak cepat dan tanggap atas terjadinya bencana dilakukan secara simultan.

Tim BPBD kabupaten/kota dan BPBD Jatim langsung turun ke titik-titik yang membutuhkan reaksi tanggap kebencanaan dan evakuasi. Begitu pula relawan Tagana sudah berada di lokasi.

"Kita sudah mengirimkan tim untuk turun langsung ke titik-titik yang mengalami dampak parah. Agar segera dilakukan pengamanan, dan juga evakuasi. Ada tim dari BPBD kabupaten kota, juga dari provinsi yang kini ada di lokasi-lokasi terdampak untuk tanggap kebencanaan," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis.

Tim BPBD Jatim akan menerjunkan tim untuk menyiapkan tempat-tempat pengungsian jika dibutuhkan bagi korban yang mengalami kerusakan bangunan yang berat. Area pengungsian ini dikoordinasikan langsung oleh masing-masing bupati yang daerahnya terdampak.

"Saya, Kapolda, Pangdam, dan tiga bupati, yaitu Bupati Malang, Bupati Lumajang, dan Bupati Blitar, serta kepala daerah sekitarnya akan rapat secara virtual untuk mengkoordinasikan tentang dampak dan tanggap bencana gempa ini. Besok Insya Allah saya ke lokasi. Yang jelas evakuasi dan pendataan hingga kini terus kita lakukan," kata Khofifah.