Akibat Gim, Bocah 6 Tahun Bikin Cicilan Kartu Kredit Ibunya Hingga Rp 230 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ibu di Connecticut terkejut saat mengetahui bahwa anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun menggunakan kartu kredit miliknya, untuk membeli sejumlah layanan berbayar gim smartphone favoritnya selama beberapa bulan.

Dikutip dari laman odditycentral, Rabu (16/12/2020), pada Juli tahun ini Jessica Johnson menemukan bahwa sejumlah besar uang telah masuk ke tagihannya dari layanan Apple dan PayPal.

Mulanya ia berpikir itu adalah kesalahan atau penipuan, ibu satu anak berusia 41 tahun itu lalu menelepon bank terkait dan akhirnya mengajukan klaim penipuan pada Juli 2020.

Pada saat itu, tagihan kartu kreditnya yang mencurigakan telah mencapai US$ 16.293,10 atau setara Rp 230 juta.

Tetapi baru pada bulan Oktober, pihak bank memberi tahu bahwa tagihan itu sah dan dia perlu menghubungi Apple.

Johnson baru menyadari bahwa uang tersebut telah dihabiskan oleh putranya untuk main gim setelah menghubungi Apple dan melihat daftar tagihan kartu kredit.

Ketika dia melihat ikon Sonic the Hedgehog, dia tahu itu adalah George. Sayangnya, pada saat itu, sudah terlambat untuk berbuat apa-apa.

Apple Tolak Kembalikan Uang

Ilustrasi bermain gim (pixabay.com)
Ilustrasi bermain gim (pixabay.com)

Apple menolak untuk memberikan pengembalian uang, karena dia tidak menelepon selama 60 hari dari tagihan tersebut.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa, karena saya tidak menelepon dalam waktu 60 hari sejak ditagih, bahwa mereka tidak dapat melakukan apa pun," kata Jessica kepada New York Post.

"Alasan saya tidak menelepon dalam waktu 60 hari adalah karena Chase memberi tahu saya bahwa itu kemungkinan penipuan bahwa PayPal dan Apple.com adalah tagihan penipuan teratas."

Ternyata, karena baik Jessica maupun suaminya tidak mengaktifkan pengaturan pencegahan di akunnya, George yang berusia 6 tahun dapat menggunakan kartu kredit yang ditautkan di ponsel.

Tetap saja, Jessica menyalahkan Apple dan perusahaan video game tersebut, dengan mengatakan bahwa aplikasi semacam itu bersifat predator, yang dirancang untuk membuat anak-anak membeli sesuatu.

Dia sekarang mendesak orang tua untuk memeriksa pengaturan keamanan dan pembayaran mereka, menambahkan bahwa dia dihimbau bahwa tindakan pencegahan seperti itu tidak diaktifkan secara default di gadget Apple.

Saksikan Video Berikut Ini: