Akibat kebakaran hutan, kabut asap menyerbu Batam dan Dumai

MERDEKA.COM. Kebakaran hutan di Sumatera daratan mengakibatkan kabut asap di Riau dan Batam. Indeks standar polutan (ISP) di Dumai, Riau, pada Selasa pukul 09.00 WIB mencapai angka 293 atau berkategori membahayakan kesehatan masyarakat.

"Pencemaran udara pada pagi ini 293 ISP (pollutant standards index/PSI), semakin memburuk dan berkategori membahayakan kesehatan," kata Marjoko Santoso, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Selasa (18/6). Demikian ditulis antara.

Memburuknya pencemaran itu disebabkan kabut asap yang semakin menebal akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini di Dumai dan sekitarnya.

Dinas kesehatan pun meminta warga memakai masker pelindung pernafasan ketika di luar rumah. Warga yang mengalami keluhan gangguan pernafasan dan tenggorokan, secepatnya mendatangi fasilitas layanan kesehatan pemerintah, serta memperbanyak minum air putih.

"Kami akan menyampaikan imbauan ke masyarakat untuk menyikapi bahaya kualitas udara yang semakin memburuk, melalui selebaran dan media massa," ungkap Marjoko.

Dia memperkirakan, pencemaran udara akan semakin memburuk pada malam hari hingga dini hari besok, dan masyarakat sebaiknya mengurangi kegiatan diluar ruangan.

Dinkes juga akan membagikan lagi 25 ribu masker ke masyarakat pengguna jalan raya secara gratis.

"Stok masker masih ada 45 ribu lembar, dan akan dibagikan lagi 25 ribu ke masyarakat pengguna jalan raya dan kelompok berisiko tinggi terkena gangguan saluran pernafasan," demikian Marjoko.

Warga Kota Batam juga mengeluhkan pekatnya kabut asap kiriman akibat kebakaran yang melanda wilayah Sumatera daratan sehingga dalam beberapa hari terakhir jarak pandang sangat terbatas.

"Selain jarak pandang terbatas, pekatnya asap juga mengakibatkan mata pedih dan batuk," kata warga Batam, Zaki Setiawan di Batam.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.