Akibat konflik kepentingan, OG lepas semua pemain OG.Seed

Verdi Hendrawan

OG Esports harus mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu tim Dota 2 mereka, OG.Seed. Hal ini diumumkan organisasi esports asal Eropa itu melalui sebuah ungahan di akun Twitter resmi mereka.

Dalam cuitan tersebut, OG mengucapkan terima kasih kepada OG.Seed atas “kerja keras, komitmen, dan persahabatan mereka,” serta mengarahkan penggemar ke posting-an berisi penjelasan lebih panjang di situs web OG.

OG.Seed merupakan tim sekunder milik mereka yang terdiri dari Omar “Madara” Dabachach, Rasmus “Chessie” Blomdin, Andreas “Xibbe” Ragnemalm, Zakari “Zfreek” Freedman, Petu “Peksu” Vaatainen (kapten), dan Allen “Bonkers” Cook (manajer).

Tim ini terbentuk sebagai hasil dari keinginan OG untuk “menjadi mentor bagi tim-tim Dota lainnya, berbagi pengetahuan bahwa mereka telah berkembang sepanjang musim kompetisi.”

OG.Seed juga didirikan tepat setelah tim utama OG sukses membuat sejarah dengan menjadi tim pertama yang mampu menjuarai The International secara berturut-turut hingga mencuatkan nama OG sebagai salah satu organisasi esports paling bergengsi.

Namun, kini manajemen OG telah memutuskan untuk mengevaluasi kembali keputusan mereka membentuk tim sekunder Dota 2 karena keadaan tak terduga terkait pandemi COVID-19 yang telah menghentikan Dota Pro Circuit (DPC) 2019-2020 dan The International 2020.

OG sadar bahwa dua daftar roster dari satu organisasi yang sama-sama bermain di wilayah sama (Eropa) di bawah Liga Regional DPC yang baru pada musim depan adalah hal yang tidak akan diizinkan.

Kondisi ini menyeret OG menghadapi konflik kepentingan untuk memilih tim mana yang akan mewakili organisasi mereka. Sejak itu, manajemen OG telah berdiskusi dengan para pemain untuk membahas prospek masa depan dan memberikan OG.Seed waktu 30 hari yang berakhir pada 1 Juli 2020 untuk bisa mendapatkan organisasi baru.

Para pemain OG.Seed telah beberapa kali mengisi kekosongan yang terjadi di tim utama sejak awal DPC 2019-2020 ketika beberapa pemain utama seperti Anathan “ana” Pham dan Topias “Topson” Taavitsainen memilih untuk beristirahat lebih lama, Sébastien “Ceb” Debs byang mundur dari roster aktif, dan tak lama setelah itu Jesse “JerAx” Vainikka mengumumkan pensiun.

Performa terbaik OG.Seed yang paling terkenal di sebuah turnamen adalah ketika mereka mampu finish di posisi runner-up di Dota Summit 12, di mana mereka mampu menyingkirkan Team Liquid dan Evil Geniuses untuk mencapai Grand Final sebelum takluk di tangan Fnatic.

BACA JUGA: Beyond the Summit hadirkan turnamen Dota 2 BEYOND EPIC untuk region Eropa-CIS dan Cina