Akibat Kritik Pemerintah, Pangeran Yordania Hamzah bin Hussein Ditahan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Amman - Pangeran Hamzah bin Hussein dari Yordania mengaku sedang ditahan. Ia merupakan adik tiri dari Raja Yordania saat ini, Raja Abdullah II.

Penangkapan Pangeran Hamza terkuak dari video yang dikirimkan kepada pengacaranya. Hamza merupakan mantan putra mahkota Yordania.

Berdasarkan laporan Deutsche Welle, Minggu (4/4/2021), Pangeran Hamzah mengaku tak diizinkan keluar rumah atau bertemu orang lain.

"Saya tidak boleh meninggalkan rumah, saya hanya boleh mengunjungi keluarga, saya tidak boleh nge-tweet, dan saya tidak boleh berkomunikasi dengan orang-orang,"ujar Pangeran Hamzah dalam videonya.

Ia mengaku dikunjungi oleh pejabat keamanan karena mengkritik pemerintahan Lebanon. Penahanannya ini disebut sebagai sebuah peringatan. Beberapa temannya juga ditahan.

"Saya merekam video ini untuk memperjelas bahwa apa yang telah disampaikan secara resmi bukanlah cerminan dari apa yang sebetulnya terjadi," ucapnya.

Komunikasi Terakhir?

Seorang polisi memegang tanda berhenti di jalan yang hampir sepi di ibu kota Yordania, Amman, selama penguncian virus corona. [Khalil Mazraawi / AFP]
Seorang polisi memegang tanda berhenti di jalan yang hampir sepi di ibu kota Yordania, Amman, selama penguncian virus corona. [Khalil Mazraawi / AFP]

Pangeran Hamzah merekam video tersebut dengan memakai internet satelit. Ia menyebut perusahaan jasa internet tersebut akan segera memutuskan koneksi tersebut juga.

"Jadi ini mungkin terakhir kalinya saya bisa berkomunikasi," ucapnya.

Pangeran Hamzah berkata dirinya tidak bertanggung jawab karena korupsi yang terjadi di negaranya selama 20 tahun terakhir, sehingga kepercayaan masyarakat kepada institusi-institusi negara merosot.

Ia lantas menyayangkan karena sampai harus ditahan karena mengkritik kebijakan di negaranya.

Saksikan Video Pilihan Berikut: