Akibat Lockdown Seorang Gadis Cantik Mencabuti Bulu Mata dan Rambut Hingga Hampir Botak

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Hingga saat ini pandemi Covid-19 belum juga usai. Di beberapa negara masih memberlakukan lockdown untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Meski sudah ada negara yang melonggarkan aturan tersebut.

Ketika lockdown tentu aktivitas masyarakat pun dibatasi bahkan tidak boleh keluar rumah sama sekali bahkan untuk bekerja maupun pergi ke sekolah. Sebisa mungkin apapun dilakukan di rumah saja.

Tentu situasi ini membuat beberapa orang stres, jika biasanya dengan bebas melakukan aktivitas kini harus berdiam diri di rumah. Rasa stres hingga depresi bukan hanya dirasakan oleh orang dewasa saja, melainkan anak-anak merasakan hal yang sama.

Anak-anak tentu merasa stres karena biasanya bebas pergi ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya, kini harus belajar melalui gawai dan akses bermain pun kurang.

Rasa stres karena pandemi Covid-19 pun dirasakan seorang gadis berusia 8 tahun. Ia terus mencabuti rambutnya hampir botak lantaran aktivias sekolahnya terbatas dan membuatnya menjadi stress.

Gadis bernama Amelia Mansie memiliki rambut panjang blonde namun sangat disayangkan rambut indahnya harus hilang akibat rasa stres yang ia rasakan.

Tak hanya rambut

Seorang gadis berusia 8 tahun mengalami stres akibat lockdown yang membuatnya mencabuti bulu mata hingga rambutnya hingga hampir botak/dok. News Agency
Seorang gadis berusia 8 tahun mengalami stres akibat lockdown yang membuatnya mencabuti bulu mata hingga rambutnya hingga hampir botak/dok. News Agency

Melansir Daily Mail, gadis asal Bristol, Inggris ini tidak langsung mencabuti rambutnya. Melainkan ia memulai dengan mencabut bulu matanya sebulan setelah diberlakukannya lockdown.

Hingga lama kelamaan, ia mencabut rambutnya hingga hampir botak. Dan kini hanya menyisakan beberapa rambut di bagian belakang kepalanya.

Menurut sang ibunda hal tersebut dilakukan sang anak dipicu pembatasan virus corona tahun lalu. Dan Amelia pun tidak siap akan situasi yang mengharuskan untuk sekolah di rumah.

"Dia ada di mana-mana dengan apa yang terjadi dengan sekolahnya karena sangat tidak teratur karena penguncian tiba-tiba sehingga tidak ada yang siap. Dia tidak bisa melihat teman dan keluarganya, stres homeschooling dengan ibu dan ayah yang bukan guru. Itu banyak perubahan baginya," ujar sang ibunda.

Keadaannya tersebut, membuatnya harus menjalani sejumlah pemeriksaan. Dan hasilnya pun Amelia mengidap Trikotilomania.

Trikotilomania merupakan penyakit yang diperkirakan mempengaruhi satu dari 50 orang pada tingkat yang berbeda-beda. Penyakit tersebut mirip dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan biasanya dipicu oleh stres, kecemasan atau trauma.

NHS mengatakan kondisi ini paling sering terjadi pada gadis remaja dan wanita muda dan bisa terasa seperti bentuk kecanduan.

Sang ibunda menuturkan bahwa kebiasaan Amelia mencabut rambutnya terus berlanjut selama lockdwon musim dingin. Kondisi gadis berusia 8 tahun itu sangat buruk sehingga melampiaskan dengan cara mencabuti rambutnya.

Karena situasinya ini, Amelia kini sudah mulai tersadar. Sang ibu pun mengungkapkan jika anaknya tidak percaya diri keluar rumah dengan kondisi botak jika tidak menggunakan wig atau bandana.

"Saya mencoba mengalihkan perhatiannya untuk menghentikannya melakukannya dan saya telah belajar untuk tidak terlalu memaksa dengan menyuruhnya berhenti ketika saya memergokinya melakukannya." Kata sang ibunda.

Menjalani terapi

ilustrasi lockdown virus corona/copyright by NG-Spacetime (Shutterstock)
ilustrasi lockdown virus corona/copyright by NG-Spacetime (Shutterstock)

Sang ibunda pun tak tinggal diam melihat kondisi sang anak, ia bergegas membawa anaknya untuk menjalani terapi agar bisa meninggalkan kebiasaan buruk si kecil. Dan bisa sembuh saat sudah mulai masuk sekolah.

Khawatir kondisi Amelia bisa menjadi lebih buruk, sang ibunda mengoordinasikan sesi mingguan untuk putrinya dengan terapis sekolah dan keluarganya membayar untuk sesi hipnoterapi pribadi.

Amelia juga menggunakan fidget toys atau mainan gelisah sebagai salah satu mekanisme koping yang direkomendasikan untuk orang-orang ketika mereka merasakan dorongan untuk menarik rambut mereka.

Ibunda Amelia akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan diri buah hatinya dan menerima dirinya sepenuhnya.

“Sekolahnya telah membantu dan mendukung selama penguncian dan sekarang dia telah kembali ke sekolah. Prioritas utama saya adalah ingin membantu Amelia mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan menerima dirinya apa adanya. Dia tetap cantik.” Tutupnya

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel