Akibat PPKM, Penumpang Pesawat hingga KA Anjlok pada Januari 2021

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada awal 2021 berhasil membatasi pergerakan masyarakat. Tergambar dari anjloknya jumlah penumpang transportasi pada Januari 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, total penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2021 hanya sebanyak 2,34 juta orang. Turun 36,19 persen dibanding catatan Desember 2020.

Sementara itu, untuk jumlah penumpang angkutan udara penerbangan internasional hanya sebanyak 50 ribu orang. Turun 12,37 persen jika dibandingkan dengan data pada Desember 2020.

Kondisi itu, ditegaskannya oleh adanya perkembangan varian baru COVID-19 pada awal tahun ini. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil keputusan untuk membatasi masuknya warga asing 1-14 Januari 2021.

"Mulai 11 Januari juga sudah diterapkan PPKM yang sekarang dilanjutkan dengan PPKM Mikro. Dengan fenomena ini tentu berpengaruh ke transportasi baik darat, udara dan laut," katanya Senin, 1 Maret 2021.

Baca juga: Data Bansos Sering Bermasalah, Ini Penjelasan Bappenas

Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Banten mencapai 48,9 ribu orang atau 95,88 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Juanda-Surabaya 1,2 ribu orang.

Untuk penumpang domestik terbesar juga melalui Soekarno Hatta-Banten, yaitu mencapai 507,3 ribu orang atau 21,71 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya sebanyak 189,6 ribu orang.

Adapun untuk jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Januari 2021 tercatat 1,26 juta orang. Jumlah ini turun sebesar 4,05 persen dibanding Desember 2020 yang sebanyak 1,31 juta orang.

Jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Januari 2021 sebanyak 11,9 juta orang atau turun 11,95 persen dibanding bulan sebelumnya.

Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju atau kereta commuter yaitu sebanyak 10,1 juta orang atau 85,28 persen dari total penumpang kereta api.

"Penurunan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek dan Jawa non-Jabodetabek masing-masing turun 10,42 persen dan 23,33 persen. Sebaliknya, untuk wilayah Sumatera meningkat 6,72 persen," tuturnya.