Akibat Razia di Malaysia

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN --Terungkapnya kasus penjualan delapan wanita di Nunukan,  bermula dari operasi khusus PSK warga negara asing yang dilakukan Imigrasi di Malaysia pada April 2011. Setelah menjalani masa penahanan selama beberapa bulan di Malaysia, mereka kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Nunukan.

Polisi dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Daerah (BPPKBD) Kabupaten Nunukan memulangkan ke delapan perempuan di bawah umur ini ke kampung halamnnya masing-masing. namun Herman dan lasmiati sebagai orang yang menjual wanita-wanita tersebut menjadi tahanan polisi.

“Sebelumnya ke delapan korban kita lakukan pemeriksaan kemudian berhasil dikembalikan ke kampung halamannya masing-masing. Lalu Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap Herman dan Lasmiati yang diduga sebagai pelaku perdagangan,” kata Kapolres Nunukan AKBP Achmad Suyadi, Senin (3/9/2012).

Atas perbuatannya itu, Herman dan Lasmiati dikenakan Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.