Akibat Terinfeksi COVID-19, Paru-Paru Pria Ini Jadi Seperti Permen Karet

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Atlanta - Seorang pria asal Georgia harus melakukan transplantasi paru-paru ganda usai terjangkit COVID-19. Paru-parunya menjadi seperti permen karet akibat virus tersebut.

Menurut laporan Insider, Senin (27/9/2021), hal itu terjadi pada pria bernama Blake Bargatze dari Georgia. Ia terinfeksi Virus Corona COVID-19 pada April lalu.

Blake yang berusia 25 tahun itu mengaku paru-parunya menjadi seperti "permen karet yang dikunyah."

Ketika dirawat, dokter menyebut ia butuh paru-paru baru. Akhirnya, ia mendapat transplantasi paru-paru ganda pada bulan Juni.

"(COVID-19) memakan paru-paru saya," ucapnya. "Paru-parunya sungguh jadi seperti permen karet yang dikunyah ketika mereka diangkat."

Tak hanya itu, Blake berkata paru-parunya penuh lubang. Meski demikian, ia bersyukur tidak terkena masalah lain.

"Saya cukup beruntung karena tidak memiliki beragam gagal organ," ungkapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pesan ke Masyarakat

ilustrasi paru-paru (sumber: freepik)
ilustrasi paru-paru (sumber: freepik)

Blake belum mendapatkan vaksin ketika terkena corona, walau ia juga tak menderita penyakit penyerta.

Menurutnya, ia terpapar corona ketika menghadiri konser di Florida. Saat itu, ia pakai masker, tapi belum vaksin. Salah satu alasannya adalah karena ia belum boleh vaksinasi, serta khawatir efek sampingnya.

Kini, Blake mendorong agar masyarakat divaksin.

"Saya berusaha membuat orang-orang menjadi lebih sadar terkait apa yang secara realistis terjadi karena virus ini," kata Blake.

Infografis COVID-19:

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel