Akil Berharap Pilkada Tidak Berlanjut ke MK

Pontianak (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar mengharapkan pelaksanaan empat pemilu kepala daerah di Kalimantan Barat yang akan berlangsung September mendatang tidak berlanjut sampai ke persidangan sengketa pemilu.

"Kalau bisa, jangan bersengketa di Mahkamah Konstitusi. Kalau sudah berperkara, akan ada yang menang dan kalah," kata Akil Mochtar setelah menghadiri Dies Natalis ke-54 Universitas Tanjungpura di Pontianak, Senin.

Ia mengaku kerap dituding macam-macam dari pihak yang bersengketa ketika sudah memutuskan suatu perkara.

"Terima sajalah kalau sudah kalah. Kecuali ada pelanggaran yang betul-betul fatal," kata Akil Mochtar.

Ia berharap pula, agar pelaksanaan empat pemilu kepala daerah tersebut berlangsung jujur dan adil serta sesuai ketentuan yang berlaku. "Yang kalah legowo, yang menang terima keputusan," ujar dia.

Empat daerah yang akan menggelar pilkada serentak di Kalbar yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau.

Pada kesempatan itu ia juga menjelaskan mengenai kedudukan anggota legislatif dan partai politik di pemilihan umum.

"Peserta pemilu adalah partai politik. Sedangkan anggota legislatif, baik DPR maupun DPRD, adalah mewakili partai, bukan perorangan di parlemen," kata Akil Mochtar yang lahir di Putussibau, Kalbar, 53 tahun lalu itu.

Ia menambahkan, bagi anggota legislatif yang ingin pindah dan maju di partai yang berbeda pada pemilu mendatang karena partai asalnya tidak lolos seleksi, maka haknya akan hilang.

"Karena itu tadi, peserta pemilu adalah partai politik. Kecuali DPD, karena DPD orang per orang," katanya menegaskan.

Sementara partai politik, adalah yang menentukan siapa wakil yang akan duduk di parlemen. Anggota legislatif juga tidak perlu mundur kalau maju menjadi calon kepala daerah. Pertimbangannya, legislatif adalah jabatan yang bersifat majemuk.

"Kecuali kepala daerah," kata dia.

Namun, menurut Akil Mochtar, sejauh ini belum ada kepala daerah yang mundur karena akan maju menjadi calon anggota legislatif.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.