Akil Mochtar ditangkap, MK minta maaf pada rakyat Indonesia

MERDEKA.COM. Hakim Konstitusi (MK) Harjono prihatin dengan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di rumah jabatannya di Kompleks Perumahan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/10). Kejadian ini telah mencederai kepercayaan masyarakat terhadap MK. Di mana institusi ini dipercaya untuk menyelesaikan kasus-kasus pemilihan kepala daerah hingga gugatan kepada undang-undang.

"Mohon maaf sebesar-sebesarnya kepada masyarakat tapi mohon please berikan kepercayaan kepada kita," kata Harjono di ruang wakil ketua MK di lantai 14 gedung MK.

Harjono menambahkan kalau benar dinyatakan bersalah, maka Akil tidak hanya mencoreng nama MK di masyarakat Indonesia. Karena MK saat ini telah dikenal oleh pihak luar negeri.

"Ini bukan hanya masalah dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Masalahnya MK sudah dikenal di luar negeri," jelasnya.

Ketika ditanyai mengenai keseharian Akil selama di MK, Harjono mengatakan tidak terlalu dekat. Sebab, ada batasan-batasan yang menyebabkan para hakim tidak dapat saling bertemu.

"Hakim boleh ketemunya kalau sidang. Kalau ketemuan makan paling setelah sidang. Kalau di ruangan hakim, kami tetap tidak bisa masuk ruangan hakim. Pak Akil itu lebih sering ketemu wartawan dari pada hakim yang lain," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.