AKR Corporindo Bidik Pendapatan Tumbuh hingga 25 Persen pada 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan yang bergerak dalam distribusi minyak dan gas, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan pendapatan perseroan pada 2022 bisa tumbuh sekitar 20 persen hingga 25 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Rabu (12/1/2022).

Seiring dengan meningkatnya pendapatan, perseroan menargetkan laba kotor bisa tumbuh sekitar 12 persen hingga 1 persen tahun ini. Sehingga laba bersih per saham (earning per share-EPS) AKR bisa tumbuh sekitar 1 persen hingga 16 persen pada 2022.

"Perusahaan diharapkan dapat mempertahankan arus kas yang kuat dan posisi keuangan yang kuat selama tahun 2022," kata Suresh.

Meskipun pada 2021 penuh tantangan, kata Suresh, AKR tetap memiliki kinerja kuat selama 2021 dengan akhir yang kuat pada Q4 2021. Angka-angka pandangan pertama yang dikumpulkan dari unit bisnis dan anak perusahaan AKR menunjukkan bahwa kinerja Perusahaan akan lebih baik dari yang diharapkan.

"Pendapatan Perusahaan diharapkan seperti yang ditargetkan sebelumnya dan bisnis Perdagangan dan Distribusi kami mencatat pertumbuhan yang kuat," kata Suresh.

Suresh menambahkan, target dan panduan yang diberikan sebelumnya oleh AKR untuk bisnis distribusi BBM dan Kimia dasar telah terpenuhi atau terlampaui. Laporan keuangan AKR akan diaudit oleh Ernst & Young dan hasil audit akan dirilis pada Maret 2022.

Dia menuturkan, anak perusahaan AKR, yaitu JIIPE juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan laba pada 2021 dengan beberapa perkembangan yang signifikan seperti dikonfirmasinya pendapatan berulang dari sewa tanah untuk proyek smelter tembaga, penjualan bidang tanah dan juga memperoleh status Ekonomi Khusus. Zona (KEK- Gresik).

"Dengan semua perkembangan positif ini, kami berharap untuk memiliki lingkungan bisnis yang lebih baik di tahun 2022," kata dia.

Perseroan berharap tahun ini ada kebangkitan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya setelah berhasil mengelola pandemi.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia pada tahun 2022 pada kisaran 4,7-5,5 persen, naik dari 3,2-4,0 persen pada tahun 2021, memberi harapan yang lebih baik bagi AKR.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

12 Januari 2022, Harga Saham Hasil Stock Split Mulai Diperdagangkan

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada 12 Januari 2022, saham AKRA diperdagangkan pada harga setelah pemecahan saham 1:5. Suresh yakinbahwa investor khususnya investor ritel dan Milenial akan menganggap AKRA sebagai saham yangsangat menarik dengan fundamental yang kuat dan pertumbuhan laba yang berkelanjutan;

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia, saham AKRA dibuka di waktu pukul 11.30 WIB ada di harga Rp 820 per saham. Harga tertinggi saham AKRA hingga waktu tersebut ada di Rp 845.

Sebelumnya di 11 Januari 2022, saham AKRA masih dibuka di harga Rp 4.300 dan ditutup di harga Rp 4.200 per saham.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 12 Januari 2022, saham AKRA susut 2,38 persen ke posisi Rp 820 per saham. Saham AKRA dibuka stagnan Rp 840 per saham.

Saham AKRA berada di level tertinggi Rp 845 dan terendah Rp 795 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.045 kali dengan volume perdagangan 456.787. Nilai transaksi Rp 37,2 miliar.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel