Akselerasi Gerakan Literasi Sekolah, GMB-Indonesia Gandeng 100 Penggerak Literasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Peningkatan budaya literasi mutlak dibutuhkan demi menjawab tantangan zaman dan menuju Indonesia Emas 2045. Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMB-Indonesia) memilih 100 pegiat literasi dilatih hingga mampu membangun kolaborasi dengan ribuan sekolah di Indonesia.

“Melalui program Literasi Nasional (SPL Nasional), GMB-Indonesia akan memilih 100 pegiat literasi untuk dilatih dan dikembangkan hingga mampu secara profesional mensosialisasikan program-program literasi GMB-Indonesia sekaligus membangun kolaborasi dengan ribuan sekolah di Indonesia. Program literasi yang akan dikampanyekan oleh 100 SPL Nasional adalah program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang kini telah berjalan selama 6 tahun,” jelas Ketua SPL Nasional, Arifin Nurdin.

Dia menjelaskan, Indonesia ini begitu luas dan beragam. Butuh waktu puluhan tahun untuk bisa meratakan pengembangan literasi di tingkat sekolah.

Pembentukan SPL Nasional ini menjadi jalan pintas untuk mengakselerasinya, sehingga kita mungkin bisa merasakan hasilnya beberapa tahun lebih cepat dari yang semestinya.

“Kompetensi berliterasi penting untuk dimiliki masyarakat Indonesia guna menjadi pondasi pengembangan kualitas SDM secara menyeluruh. Terutama bagi para pelajar dan guru-guru di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, semenjak diresmikannya program Gerakan Literasi Nasional, ada banyak program-program literasi yang bermunculan yang diinisiasi oleh pemerintah maupun swasta.

Salah satu di antaranya, adalah GMB-Indonesia (Gerakan Menulis Buku Indonesia) yang selama beberapa tahun ke belakang sukses membantu ribuan sekolah.

“Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional, GMB-Indonesia berhasil menerbitkan lebih dari 3.000 judul buku karya para pelajar dan guru dari seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, kesuksesan GMB-Indonesia dalam menyukseskan program yang sejalan dengan Gerakan Literasi Sekolah ini tak lepas dari peran penting SPL Nasional yang tersebar di berbagai daerah.

SPL Nasional adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim GMB-Indonesia dengan tujuan guna melakukan percepatan sosialisasi dan pengembangan gerakan literasi nasional dan pengembangan kompetensi penggerak literasi hingga ke pelosok negeri.

Ajak Pegiat Literasi dan Pendidik

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Sementara itu, menurut Pendiri GMB-Indonesia, Lenang Manggala mengatakan, Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) adalah sebuah program pengembangan literasi sekolah.

Ini memfasilitasi seluruh siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat untuk dapat menerbitkan buku ber-ISBN, mendapatkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pendampingan pengembangan program literasi, serta kompetisi berliterasi paling bergengsi di tingkat nasional dengan total hadiah jutaan rupiah.

“Negara kita sebenarnya punya puluhan ribu penggerak literasi yang memiliki kompetensi dan dedikasi. Hanya saja mayoritas berjalan sendiri-sendiri. Melalui program SPL Nasional dan GSMB Nasional, kami berupaya menjadi simpul kolaborasi, fasilitator, dan pemberdaya ekonomi. Kami ingin para pendidik dan pegiat literasi bisa lebih berdaya secara materi dan non-materi,” terang Lenang Manggala, Pendiri GMB-Indonesia.

Setelah sukses di tahun 2019 dan 2020, GMB-Indonesia mengundang para pegiat literasi dan pendidik Indonesia yang memiliki minat serta kompetensi di bidang literasi, untuk menjadi bagian dari keluarga besar SPL Nasional Angkatan III.

Dengan periode masa bakti selama 3 bulan, diharapkan 100 SPL Nasional dapat berhasil meningkatkan budaya literasi dan mutu pendidikan di kota/kabupaten yang menjadi domisilinya. Pendaftaran SPL Nasional masih dibuka hingga 30 April 2021 melalui laman www.penggerakliterasi.id