Akses digital jadi kunci pemulihan ekonomi di masa pandemi

·Bacaan 2 menit

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mira Tayyiba mengatakan kehadiran akses digital di masa pandemi menjadi sangat penting sebagai kunci penentu kecepatan pemulihan ekonomi.

“Bagi masyarakat yang dapat mengakses dan memanfaatkan layanan digital secara produktif akan pulih lebih cepat dari mereka yang tidak dapat mengakses,” kata Mira dalam acara “Syukur dan Refleksi 20 tahun Kominfo” yang diselenggarakan secara langsung dan virtual pada Selasa.

Baca juga: Ikhtiar mengukuhkan fondasi "startup" di Tanah Air

Ia mengatakan kegiatan perekonomian di era pandemi yang membatasi mobilitas dan interaksi fisik dapat terbantu melalui pemanfaatan teknologi digital, salah satunya melalui platform e-commerce.

Bank Indonesia mencatat transaksi e-commerce Indonesia di tiga bulan pertama tahun ini mencapai 548 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp88 triliun. Sedangkan transaksi sepanjang semester pertama atau enam bulan pertama mencapai Rp186,7 triliun dan hingga akhir tahun ini transaksi diperkirakan mencapai Rp395 triliun.

Mira juga mengatakan pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun belakangan harus disikapi dengan tepat dan cepat. Salah satu potensi dampak dari pandemi yang harus segera direspon adalah paradoks digital (digital paradox) yang menyebabkan melebarnya kesenjangan.

“Akses digital dapat memperkecil kesenjangan, kualitas layanan kesehatan dan pendidikan misalnya, diharapkan lebih merata di seluruh Indonesia dengan bantuan konsultasi jarak jauh ataupun pembelajaran jauh dengan menggunakan akses digital,” katanya.

Dengan memahami kondisi tersebut, kata Mira, Kementerian Kominfo meresponnya dengan mempercepat penyediaan akses internet antara lain melalui program Base Transceiver Station (BTS), Satelit Satria, Palapa Ring Integrasi, farming dan refarming spektrum frekuensi radio, digitalisasi penyiaran, serta memperkenalkan kebijakan infrastruktur dan spektrum sharing.

“Kami juga meningkatkan literasi dan keahlian digital, baik yang membidik masyarakat luas maupun yang lebih segmented. Kami juga menjaga ruang digital agar bersih dan beretika sehingga dapat digunakan secara produktif,” ujarnya.

Menurut Mira, Kominfo senantiasa mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah ke masyarakat serta terus berusaha menciptakan ekosistem media yang sehat sebagai bentuk pemenuhan Pasal 28F Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, Kominfo juga menggunakan berbagai forum global sebagai platform memperjuangkan kepentingan dan pandangan Indonesia. Pada 1 Desember hingga satu tahun ke depan, Kementerian Kominfo dipercaya untuk memimpin Digital Economy Working Group pada presidensi Indonesia di G20.

“Kami juga terus berbenah secara internal, merapikan pola pikir, memperkuat kolaborasi, dan mengasah empati. Di masa menantang seperti ini, kami Kominfo harus hadir sebagai solusi bukan sebagai bagian dari masalah,” kata Mira.

Ia menyebutkan beragam prestasi yang telah ditorehkan Kominfo selama 20 tahun merupakan bagian dari wujud memperjuangkan transformasi digital di Indonesia.

“Transformasi digital bukanlah masalah teknologi semata, tapi tentang strategi, kepemimpinan, dan cara berpikir,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa momentum 20 tahun Kominfo merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi guna mengambil langkah ke depan menjemput peluang dan menghadapi tantangan.


Baca juga: Satgas catat 24.900 warga Batam sembuh dari COVID-19

Baca juga: Menkominfo dorong perluasan akses dan kebermanfaatan teknologi digital

Baca juga: Taktik Kementerian Kominfo dukung pemulihan sektor parekraf

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel