Akses Rumah Anna Ditutup Tembok Beton 2 Meter, Mau Keluar harus Manjat

Siti Ruqoyah, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah dinding beton dengan panjang 300 meter melintang wilayah Pondok Kacang, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Keberadaan dinding ini pun viral di media sosial, karena menutup akses menuju jalan raya.

Yang mana, hal ini harus menimpa keluarga ahli waris Almarhum Munir di Jalan Akasia, No 1 RT 04/03, Tajur, Ciledug, Kota Tangerang.

Anak Almarhum Munir, Anna Melinda (30) mengatakan, dinding dengan tinggi kurang lebih dua meter itu, melintang di depan rumahnya dan menutup akses jalan untuk keluar rumah.

"Ya kalau mau keluar ke jalan raya, kita harus manjat dulu pakai tangga baru bisa lewatin dinding," katanya, Senin, 15 Marer 2021.

Dia menuturkan, bila dinding sebagai batas pemagaran itu terjadi sejak tahun 2019, di mana dinding dibangun oleh keluarga Ruli. Saat itu, pemagaran dilakukan hanya setinggi kurang lebih satu meter.

"Awalnya enggak setinggi itu, tapi sejak Februari malah ditinggiin," ujarnya.

Hal itu karena, pada awal Februari terjadi banjir di kawasan setempat hingga membuat pagar jebol. Mengetahui tembok pembatasnya jebol, keluarga Ruli pun marah dan menganggap kejadian jebolnya dinding pembatas itu bukan karena banjir, melainkan sengaja dilakukan keluarga Munir.

"Pas tahu pagarnya jebol, langsung dia marah, dia bangun lagi lebih tinggi, malah sekarang pakai kawat berduri," ungkapnya.

Kapolsek Ciledug Kompol Wisnu Wardana mengatakan, penyebab kejadian itu dikarenakan sengketa tanah antara keluarga almarhum Munir dengan Ruli yang mengaku sebagai pemilik tanah.

"Kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang. Itu masalah sengketa tanah. Pihak Ruli yang merasa jalan tersebut milik orang tuanya hingga melakukan pemagaran jalan," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Lanjutnya, pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah berupaya melakukan mediasi. Namun, pemagaran tersebut masih terjadi.

"Dari kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah berupaya mediasi kedua belah pihak, tapi kondisi di sana (lokasi) masih di pagar," ungkapnya.

Baca juga: Ruang Kerja Anies Digeledah KPK, Cek Faktanya