Aksi Beli dan Bakar Produk Prancis, Polisi: Cari Eksistensi Saja

Bayu Nugraha, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVAPolisi menyebut aksi beli dan bakar produk Prancis di Jakarta beberapa waktu lalu yang dilakukan sejumlah orang yang mengatasnamakan diri Gerakan Pemuda Islam (GPI) hanyalah untuk cari eksistensi belaka. Menurut polisi, tujuan mereka semata-mata hanya ingin membuktikan adanya aksi pemboikotan produk asal Prancis sebagai bukti protes terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Itu cari eksistensi saja," kata Kapolsek Metro Menteng, Ajun Komisaris Besar Polisi Guntur Muhammad Thariq, kepada wartawan, Kamis 5 November 2020.

Dia pastikan bahwa aksi mereka tidak sampai mengganggu warga sekitar. Pihaknya berjanji akan mengerahkan personel untuk melakukan patroli ke sejumlah retail demi mencegah adanya tindakan sweeping dan pencurian paksa terhadap produk Prancis maupun barang lainnya. Kalau sampai mereka melakukan tindak pidana, maka polisi tidak segan menindaknya.

"Mereka tidak (sampai) mengganggu warga sekitar. Kalau curi dan ambil paksa pasti saya proses hukum. Siapapun tak boleh melakukan pidana berkedok alasan apapun. Kami kerahkan Bhabinkamtibmas untuk patroli rutin. Masyarakat juga diminta tak terpengaruh ajakan untuk sweeping dan main hakim sendiri. Sebab ada pidana yang menanti," katanya dia.

Sebelumnya diberitakan, beberapa orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) membeli produk asal Prancis di sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka kemudian membakarnya.

Adanya aksi itu dibenarkan polisi. Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Menteng, Komisaris Polisi Gozali Luhulima, peristiwa itu terjadi 3 November 2020 lalu sekitar pukul 13.35 WIB.

"Saudara Diko Nugraha dan kawan-kawan mengunjungi minimarket di Jalan Johar Menteng untuk membeli produk Prancis," ujarnya kepada wartawan, Kamis, 5 November 2020. (ren)

Baca juga: Kronologi Aksi Beli dan Bakar Produk Prancis di Menteng