Aksi Brengsek OPM Bunuh Udin Pancing Amarah TNI

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), kembali melakukan aksi biadab. Seorang warga pendatang bernama Udin tewas dibunuh anggota OPM di Kabupaten Puncak, Papua, Rabu 14 April 2021

Dada dan punggung Udin berlubang akibat dihantam peluru senapan serbu anggota OPM. Tak hanya itu, bagian pipi Udin juga ditembus peluru dan akhirnya tewas di tempat kejadian, Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Komando Wilayah Gabungan (Kapen Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, setelah membunuh Udin para pekaku langsung kabur ke dalam hutan.

Gilanya lagi, pembunuhan Udin adalah yang kedua dilakukan anggota OPM dalam jangka waktu satu minggu. Pada 8 April 2021 lalu, anggota OPM juga menembak mati seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo.

Rayo juga meregang nyawa akibat ditembak oleh anggota OPM wilayah lain Kabupaten Puncak, yakni di Kampumg Julukoma, Distrik Beoga.

"Ya, begini kebiadaban front bersenjata OPM ini. Selalu melakukan teror terhadap warga Papua. Setelah membunuh guru, bakar helikopter. Sekarang membunuh warga pendatang," ucap Suriastawa.

Suriastawa semakin geram karena tahu bahwa nantinya OPM akan merekayasa fakta yang terjadi. Kelompok OPM akan berbicara kepada publik lewat media massa pendukungnya, dengan menuduh korban tewas adalah mata-mata pasukan gabungan TNI-Polri.

"Begitu fakta pola kerjasama tiga front ini. Mereka memanfaatkan media dan infuencer yang pengikutnya banyak," ucap Suriastawa.